• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, Pemerintah Dorong Film Layar Lebar untuk Generasi Muda

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Rabu, 29 April 2026 14:12
in Berita Utama, Sosial Budaya
400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, Pemerintah Dorong Film Layar Lebar untuk Generasi Muda

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat membuka rangkaian peringatan di Kawasan Kesultanan Banten Lama, Selasa 28 April 2026.

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari resmi masuk dalam agenda UNESCO. Momentum bersejarah ini juga diiringi dengan wacana pembuatan film layar lebar yang diharapkan mampu menjangkau generasi muda.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pengakuan tersebut menjadi bukti pentingnya peran Syekh Yusuf dalam sejarah peradaban dunia. Hal itu disampaikannya saat membuka rangkaian peringatan di Kawasan Kesultanan Banten Lama, Selasa 28 April 2026.

RelatedPosts

Pusat rujukan kanker di Banten

Mayapada Hospital Bangun Pusat Rujukan Kanker di Banten, Beroperasi 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 17:29
Tanaman padi puso di Pandeglang

Kemarau Panjang, 106,5 Hektare Tanaman Padi di Pandeglang Puso

Jumat, 23 Oktober 2026 17:19
Wabup Pandeglang perkuat BUMDes

Wabup Pandeglang Dorong BUMDes Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 23 Oktober 2026 17:17
Pengembalian kerugian negara kasus korupsi LKM Pandeglang

Kejari Pandeglang Kembalikan Rp264 Juta Uang Korupsi LKM, Pengelola Keuangan Daerah Diingatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 17:12

“Pengakuan ini menjadi bukti signifikansi sejarah sang ulama pejuang di kancah peradaban dunia,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, Syekh Yusuf dikenal sebagai tokoh dengan jejak perjuangan lintas wilayah, mulai dari Banten, Batavia, Sri Lanka, hingga Cape Town, Afrika Selatan.

“Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf bukan sekadar tokoh agama, melainkan simbol perlawanan terhadap politik apartheid yang rasis,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kebudayaan tengah merintis pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town yang akan difungsikan sebagai Rumah Budaya Indonesia. Proyek ini disebut telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan literasi melalui penerbitan karya-karya Syekh Yusuf serta mendukung produksi film layar lebar agar nilai perjuangannya lebih mudah diakses generasi muda.

Gagasan pembuatan film juga disampaikan Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari (AMSY), Arief Rosyid Hasan, usai membacakan deklarasi generasi muda dalam peringatan tersebut.

“Peringatan 400 tahun ini harus menjadi momentum reflektif, bukan sekadar seremonial. Kami mengusulkan pembuatan film Syekh Yusuf sebagai upaya membumikan nilai perjuangan kepada generasi muda,” ujarnya.

Arief menilai Syekh Yusuf merupakan sosok yang memadukan spiritualitas dan aktivisme, yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini seperti krisis identitas, polarisasi sosial, hingga melemahnya semangat kebhinekaan.

“Kesadaran spiritual tidak membuat beliau menjauh dari realitas, tetapi justru mendorong kontribusi nyata bagi kemanusiaan,” katanya.

Ia menegaskan Syekh Yusuf bukan hanya ulama, tetapi juga pejuang kemanusiaan yang membawa nilai universal seperti keadilan, toleransi, dan persatuan. Warisan tersebut, menurutnya, perlu dihidupkan kembali melalui media yang relevan seperti film.

Peringatan 400 tahun ini sekaligus memperkuat posisi Syekh Yusuf sebagai tokoh global dalam diplomasi budaya Indonesia. Jejak perjuangannya dari Nusantara hingga Afrika Selatan menjadi simbol kuat hubungan lintas bangsa.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Haidar Bagir, perwakilan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Banten, serta para duta besar negara sahabat.

Rangkaian kegiatan berlangsung hingga awal Mei 2026 dengan menghadirkan sejumlah narasumber seperti Oman Fathurrahman, Upi Asmaradhana, serta Musdalifah yang membahas relevansi pemikiran Syekh Yusuf dalam konteks kekinian.

Momentum ini diharapkan menjadi jembatan antara warisan sejarah dan kebutuhan masa depan, dengan generasi muda sebagai aktor utama dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur tersebut.

Editor: Mastur Huda

Tags: BantenDiplomasi Budayafilm sejarahSyekh Yusuf Al-MakassariUNESCO
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ratusan Siswa SD Ikuti FLS3N 2026 di Pandeglang

Next Post

SMKN 5 Tangerang Selatan Gelar Job Fair Internasional, Lulusan Dibuka Peluang Kerja ke Jepang hingga Korea

Next Post
SMKN 5 Tangerang Selatan Gelar Job Fair Internasional, Lulusan Dibuka Peluang Kerja ke Jepang hingga Korea

SMKN 5 Tangerang Selatan Gelar Job Fair Internasional, Lulusan Dibuka Peluang Kerja ke Jepang hingga Korea

OPD Banten Bertambah, BKD Siapkan Pengisian Jabatan Lewat Manajemen Talenta

OPD Banten Bertambah, BKD Siapkan Pengisian Jabatan Lewat Manajemen Talenta

Rabu, 21 Oktober 2026 13:57
mutasi kepala sekolah Banten

Ratusan Kepala Sekolah di Banten Bakal Dimutasi, Ditarget Rampung Akhir Oktober

Kamis, 22 Oktober 2026 12:28
Gaji PPPK Berpotensi Ditanggung Pusat, APBD Banten Bisa Hemat Hampir Rp1 Triliun

Gaji PPPK Berpotensi Ditanggung Pusat, APBD Banten Bisa Hemat Hampir Rp1 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 07:46
Hari Santri Nasional

Ribuan Santri di Lebak Murak Liweut Bersama Wakil Bupati Lebak

Kamis, 22 Oktober 2026 14:38
bus listrik Kota Serang

Mesra Keliling Kota Serang, Budi Rustandi dan Arfina Jajal Bus Listrik Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 09:49
Polda Banten

Kapolda Banten Bekali 89 Personel Jelang Pensiun, Dorong Jadi Wirausaha

Kamis, 22 Oktober 2026 18:01
OPD Banten Dirombak, Jumlah Dinas Diusulkan Bertambah Jadi 23

OPD Banten Dirombak, Jumlah Dinas Diusulkan Bertambah Jadi 23

Rabu, 21 Oktober 2026 13:48

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pusat rujukan kanker di Banten

Mayapada Hospital Bangun Pusat Rujukan Kanker di Banten, Beroperasi 2027

by Syaiful Adha
Jumat, 23 Oktober 2026 17:29
0

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mayapada Hospital Tangerang (MHTG) membangun gedung keempat yang difokuskan untuk pengembangan layanan kanker terpadu atau Oncology Center....

Tanaman padi puso di Pandeglang

Kemarau Panjang, 106,5 Hektare Tanaman Padi di Pandeglang Puso

by Purnama Irawan
Jumat, 23 Oktober 2026 17:19
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pandeglang, Banten, menyebabkan tanaman padi mengalami puso atau gagal panen seluas 106,5...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.