LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kabar baik datang untuk para pemuda di Kabupaten Lebak. Program Bakti Pemuda yang digagas Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) dipastikan akan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lebak, Nevi Fahlevi.
“Saya pastikan Bakti Pemuda yang diinisiasi IMALA masuk dalam RPJMD tahun ini. Program ini akan disusun dalam Rencana Strategis Dispora Kabupaten Lebak,” tegas Nevi saat dihubungi, Senin, 14 Juli 2025.
Nevi mengatakan, program yang menyasar langsung ke masyarakat desa ini dianggap sejalan dengan misi besar Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Pak Bupati sudah menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas utama, dan Dispora menangkap itu. Maka kita siapkan skenario bagaimana bisa menjalankan harapan beliau, salah satunya melalui ide kreatif dari kawan-kawan IMALA ini,” jelasnya.
Program Bakti Pemuda tahun ini mengusung tema “Terang dari Akar untuk Indonesia”, dan akan digelar di Desa Cikate. Dalam kegiatan tersebut, para kader IMALA akan terlibat langsung dalam aksi sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Umum PP IMALA, Ridwanul Maknunah, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lebak terhadap inisiatif mereka.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkab Lebak atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Ini adalah momentum penting bagi IMALA, karena pemerintah tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai mitra strategis,” ujar Ridwanul.
Ia menambahkan, Bakti Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan sosial jangka panjang untuk mendorong perubahan dari desa.
“Gerakan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari gerakan sosial jangka panjang. Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil di tingkat desa,” tutupnya.
Program ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata sinergi antara pemuda dan pemerintah dalam membangun daerah dari bawah.
Editor : Merwanda











