LEBAK- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak tercatat menangani sebanyak 2.847 kasus diare selama bulan Januari-Juni tahun 2025.
Ribuan kasus diare yang ditangani itu tersebar di 28 Kecamatan di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak Rohmat Puji Raharjo, mengatakan meski jumlah kasus diare pada balita di Lebak masih relatif tinggi.
“Ya, jumlah kasus diare yang ditangani oleh Puskesmas di Lebak mencapai 2.847 kasus. Kecamatan Maja paling banyak menangani diare mencapai 280 kasus,” katanya, Selasa 15 Juli 2025.
Dia mengatakan, penyakit ini pada umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Penyebab diare pada umumnya karena infeksi bisa akibat virus, bakteri maupun parasit.
“Jika tidak ditangani dengan tepat, diare yang tak kunjung sembuh ini dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit hingga kerusakan ginjal,” katanya.
Pihaknya pun terus meningkatkan edukasi terhadap masyarakat mengenai menjaga kesehatan lingkungan. Sebab diare dapat menyerang jika lingkungan tidak membiasakan kebersihan.
“Kita terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan dan perilaku juga memegang peran penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











