RADARBANTEN.CO.ID- Di tengah dunia yang serba instan dan godaan belanja online yang cuma sejauh klik di layar, muncul satu tren gaya hidup yang justru melawan arus: frugal living alias hidup hemat dan sadar finansial.
Bukan, ini bukan soal pelit atau nggak mau keluarin uang sama sekali. Frugal living itu soal bijak mengelola keuangan, fokus pada kebutuhan, dan hidup lebih tenang tanpa harus jadi budak tren. Dan menariknya, makin ke sini—khususnya di kalangan anak muda dan Gen Z—gaya hidup ini justru makin populer.
Frugal Living Bukan Tren Musiman
- Menurut survei oleh BNI Sekuritas (2024), 56% anak muda Indonesia usia 20–30 tahun kini lebih memilih menabung atau investasi ketimbang belanja impulsif.
- Laporan dari YouGov menunjukkan bahwa 46% pengguna media sosial di Asia Tenggara merasa tertekan secara finansial karena sering membandingkan hidupnya dengan orang lain di media sosial.
- Google Trends menunjukkan pencarian “frugal living” di Indonesia naik lebih dari 80% selama 2 tahun terakhir, terutama sejak pandemi dan krisis biaya hidup global.
Kenapa Frugal Living Cocok Banget di Era Digital?
- Gampang Bandingin Harga, Nggak Ada Cerita Ketipu
Era digital bikin semua jadi transparan. Mau beli skincare, gadget, sampai tiket konser, kamu bisa:
- Bandingin harga dari berbagai toko online
- Cek ulasan jujur dari pengguna
- Cari diskon atau bahkan versi gratisnya
Dengan gaya hidup frugal, kamu nggak akan asal beli karena FOMO atau iklan doang. Kamu punya kendali penuh atas dompetmu sendiri.
- Medsos = Mesin Pemicu Konsumtif (Tapi Bisa Diredam)
Instagram, TikTok, dan YouTube sekarang isinya hampir semua soal gaya hidup glamor. Mulai dari outfit mahal, kafe aesthetic, sampe liburan ke luar negeri. Tapi tenang, frugal living ngajarin kita buat:
- Nggak gampang kebawa arus tren
- Belajar bilang “nggak” ke keinginan impulsif
- Fokus sama hidup kita sendiri, bukan hidup versi editan orang lain
Gaya hidup ini juga bantu kamu menjaga kesehatan mental, karena kamu nggak terus-terusan merasa “kurang keren” dibanding orang lain di timeline.
- Banyak Cara Dapet Duit dari Rumah
Frugal living bukan cuma soal hemat, tapi juga soal menghargai setiap rupiah yang masuk. Dan kabar baiknya, di era digital, kamu bisa dapat penghasilan dari:
- Freelance (desain, nulis, translate, dll.)
- Jual barang preloved di Carousell, Shopee, Tokopedia
- Monetisasi konten di TikTok, YouTube, Substack
- Ngisi survei berbayar, atau jadi reseller online
Dengan pola pikir frugal, kamu bisa mengalokasikan hasilnya buat tabungan, dana darurat, atau investasi, bukan buat belanja flash sale tengah malam
- Aplikasi Keuangan Bikin Hidup Lebih Teratur
Sekarang udah banyak aplikasi keuangan yang bisa bantu kamu ngatur pengeluaran:
- Dompet digital (Dana, Gopay, OVO)
- Aplikasi budgeting kayak Toshl, Money Lover, atau Spendee
- Aplikasi investasi kayak Bibit, Ajaib, dan Pluang
Kamu bisa lihat ke mana uang kamu lari, bikin anggaran bulanan, dan belajar nyusun target keuangan. Semuanya tinggal klik, nggak perlu bawa kalkulator kayak jaman dulu.
- Hemat Itu Sekaligus Ramah Lingkungan
Gaya hidup frugal biasanya juga sejalan sama semangat sustainability:
- Nggak beli baju terus-menerus, tapi rawat yang ada
- Bawa tumbler sendiri, hemat plastik
- Pilih naik transportasi umum kalau memungkinkan
- Belajar DIY dan reuse barang di rumah
Dengan begitu, kamu bukan cuma hemat uang, tapi juga ikut jaga bumi. Satu langkah kecil, tapi dampaknya bisa besar banget buat lingkungan.
So, hidup hemat bukan berarti kamu nggak boleh jajan boba atau beli sneakers incaran. Frugal living itu soal prioritas. Kamu tetap bisa menikmati hidup, asal sadar mana yang bener-bener penting dan mana yang cuma keinginan sesaat.
Karena di era digital yang penuh distraksi ini, kadang cara paling keren untuk “ikut tren” adalah justru dengan nggak ikut-ikutan. Fokus ke tujuanmu sendiri, bukan timeline orang lain.
Editor: Abdul Rozak











