JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Lonjakan harga emas yang sangat ekstrem pada pekan ini mulai memicu perdebatan di kalangan investor. Setelah harga emas Antam meroket sebesar Rp165.000 dalam satu hari ke level Rp3.168.000 per gram, banyak pihak mulai mencari alternatif logam mulia lain yang harganya masih relatif terjangkau, salah satunya adalah perak atau silver.
Fenomena harga emas yang terus mencetak rekor baru dalam beberapa hari terakhir—mulai dari menembus level Rp3 juta pada Rabu sore hingga terbang tinggi ke Rp3,16 juta pada Kamis pagi—membuat ambang batas investasi emas fisik terasa kian berat bagi investor pemula.
Mengapa Perak Jadi Alternatif?
Para pengamat komoditas menilai perak memiliki potensi pertumbuhan yang tidak kalah menarik dibandingkan emas. Berikut beberapa alasan mengapa perak mulai dilirik:
- Harga Lebih Terjangkau: Dengan harga emas yang sudah melambung tinggi, perak menawarkan entry point yang lebih rendah bagi masyarakat yang ingin mendiversifikasi portofolio logam mulia mereka.
- Permintaan Industri: Berbeda dengan emas yang lebih banyak berfungsi sebagai aset safe haven, perak memiliki kegunaan industri yang sangat luas, terutama dalam produksi komponen elektronik dan panel surya yang permintaannya diprediksi terus meningkat pada 2026.
- Rasio Emas terhadap Perak: Secara historis, ketika harga emas sudah terlalu tinggi, perak cenderung akan menyusul (catch-up) untuk menyeimbangkan rasio harga antar kedua logam tersebut.
Strategi Investasi Saat Harga Emas “Gila”
Meski harga emas Antam saat ini berada di puncak tertinggi sepanjang sejarah setelah melonjak drastis dari posisi Rp2.968.000 per gram menjadi Rp3.168.000 dalam waktu singkat, risiko koreksi tetap membayangi.
“Ketika emas sudah overbought atau jenuh beli, perak sering kali menjadi instrumen pilihan untuk menjaga nilai aset,” ujar salah satu analis pasar modal.
Tetap Waspada Volatilitas
Bagi masyarakat yang tertarik beralih ke perak, perlu diingat bahwa perak memiliki volatilitas harga yang lebih tinggi dibandingkan emas. Artinya, harga perak bisa naik sangat cepat, namun juga berpotensi turun tajam dalam waktu singkat.
Saat ini, perak batangan bersertifikat Antam maupun perak internasional (seperti SRH) menjadi pilihan populer bagi investor yang ingin mulai mengoleksi logam putih sebagai pelengkap simpanan emas mereka.*
Editor : Krisna Widi Aria











