SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peluang kerja di luar negeri pada tahun 2025 semakin terbuka lebar, terutama di sektor kesehatan, teknologi, dan konstruksi. Sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, dan Timur Tengah tengah gencar mencari tenaga kerja terampil dari Indonesia.
Tidak tanggung-tanggung, peluang kerjanya mencapai 1,2 juta orang pada tahun 2025 ini. Tentu, peluang kerja itu menjadi suatu harapan besar bagi banyak orang, mengingat sulitnya mencari lapangan pekerjaan saat ini.
Peluang itu dilirik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Ketenagakerajaan (Disnakertrans) Banten. Penguatan sumber daya manusia (SDM) pun dilakukan oleh Disnakertrans Banten. Berbagai pelatihan dilakukan diberbagai sektor dan kelompok masyarakat, salah satunya pondok pesantren.
“Pondok pesantren sudah memiliki basic, dalam artian memiliki kemampuan berbahasa Arab yang jadi salah satu negara tujuan,” kata Kepala Disnakertrans Banten Septo Kalnadi, Senin 28 Juli 2025.
Nantinya, para santri di lingkungan Ponpes akan dibekali berbagai skill yang memang tengah dibutuhkan oleh negara luar. Selain itu, Disnakertrans Banten juga turut mengoptimalkan UPTD Latihan Kerja dalam menangkap peluang kerja itu. .
Kepala UPTD Latker Disnakertrans Provinsi Banten, Moh Bayuni mengatakan, saat ini pihaknya tengah memperbaiki sistem pelatihan, dengan tujuan agar Banten bisa jadi tempat untuk mempersiapkan para pekerja migran.
“Jadi bagaimana ke depan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga berfikir untuk menyiapkan tenaga kerja yang ingin ke luar negeri,” katanya.
Ia menuturkan, peluang kerja ini semakin dipertegas dengan adanya kunjungan dari negara Jepang, dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran ke lokasi pelatihan milik Pemprov Banten ini. Kata dia, hal menjadi potensi besar untuk dapat menyumbang tenaga kerja berkualitas asal Provinsi Banten.
“Belum ada kerjasama (dengan Jepang, red), tapi ini ada potensi, dan ini akan menjadi fokus kita,” ucapnya.
Perbaikan pelatihan dilakukan dengan menghadirkan materi Soft Skill atau kemampuan non teknis dalam berkomunikasi. Dalam kepelatihan ini, pihaknya langsung menghadirkan Human Resources Development (HRD) dari perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan UPTD Latker Disnakertrans Provinsi Banten. Pelatihan ini dilakukan agar para naker meningkatkan dan mengembangkan kompetensi, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja.
Dalam satu tahun pihaknya bisa melatih dan mencetak 1.264 tenaga kerja berkualitas yang terdiri dari Siswa PBK (Pelatihan Berbasis Kompetensi) sebanyak 624 orang dan 640
siswa PBUK (Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi)/PBM (Pelatihan
Berbasi Masyarakat).
“Tentu materi yang diberikan kita sesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga setelah pelatihan para peserta dapat langsung terserap oleh dunia industri,”kata Bayuni.
Editor: Abdul Rozak











