CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) mendorong Pemerintah Kota Cilegon menempatkan persoalan kemiskinan sebagai prioritas utama program pembangunan.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat IMC, Ahmad Maki, kepada Radar Banten, Selasa 12 Agustus 2025.
Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 6.800 warga di Kota Cilegon masuk kategori desil satu atau sangat miskin.
Maki menilai, angka tersebut mencerminkan ketimpangan sosial sekaligus menunjukkan masih lemahnya efektivitas program penanggulangan kemiskinan.
“Pemerintah, dalam hal ini wali kota yang memiliki program prioritas, bersama dinas-dinas terkait seharusnya menjadikan isu ini sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Maki menekankan pentingnya penguatan program seperti bantuan sosial tepat sasaran, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan vokasi, serta pembukaan akses pekerjaan yang inklusif. Menurutnya, langkah tersebut dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang berkeadilan.
“Besarnya angka kemiskinan merupakan masalah serius yang mencerminkan ketimpangan sosial dan ketidakefisienan distribusi kesejahteraan. Angka yang tinggi ini menandakan masih banyak masyarakat yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya,” tuturnya.
Maki juga mengingatkan, tanpa penanganan yang serius dan berkelanjutan, kemiskinan akan menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas daerah. “Persoalan ini harus diselesaikan secara sistematis, bukan hanya seremonial,” tegasnya.
Editor: Bayu Mulyana











