LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Keseharian duka kembali menyelimuti salah satu keluarga di Kabupaten Lebak. Santinah (58), warga Kampung Cinihnih RT 02/010, Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, kini harus tinggal di rumah yang sebagian besar bangunannya ambruk.
Kondisi rumah yang reyot itu membuat kehidupan sehari-harinya penuh keterbatasan. Rumah yang dulunya menjadi tempat berteduh kini hanya menyisakan sebagian dinding dan atap yang miring, sementara keluarga tetap bertahan karena tak punya pilihan.
Mirisnya lagi, hingga saat ini bantuan maupun penanganan dari pemerintah ataupun pihak terkait belum menyentuh keluarga tersebut. Santinah dan keluarganya terpaksa menghadapi hari-hari panjang tanpa dukungan yang memadai.
Radit, warga setempat, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang dialami Santinah dan keluarganya. Ia mengatakan bahwa rumah yang ambruk tersebut nyaris roboh dan membahayakan keselamatan penghuninya.
“Kondisi prihatin dialami Santinah warga Kampung Cinihnih RT 02/010, Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, yang terpaksa mendiami rumah ambruk,” ujar Radit kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 25 Januari 2026.
Radit menambahkan, hingga kini Santinah belum menerima bantuan maupun penanganan dari pemerintah maupun lembaga sosial lainnya. Kondisi ini membuat warga sekitar terus bergotong royong membantu seadanya.
“Saat ini Santinah belum tersentuh bantuan serta penanganan. Mereka hanya bertahan dengan seadanya, karena tidak ada lagi tempat berteduh,” kata Radit.
Warga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait agar keluarga tersebut bisa mendapatkan tempat tinggal layak. Permintaan bantuan bukan semata derma, tetapi upaya mengembalikan hak hidup layak bagi warga yang terdampak musibah ini.
Situasi ini kembali memperlihatkan persoalan kemiskinan dan kerentanan sosial yang masih membayangi sebagian warga Lebak. Bantuan dan perhatian yang cepat diharapkan mampu meringankan beban mereka.
Editor: Abdul Rozak











