LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemkab Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tahun ini akan membangun Pabrik Penggilingan Padi atau Rice Milling Unit (RMU) yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Pembangunan RMU itu, untuk mendukung ketahanan pangan di bumi Multatuli.
RMU nantinya mengolah gabah untuk menghasilkan beras premium. RMU nantinya berkapasitas 50 ton beras/hari.
“Ya, Lokasi pabrik penggilingan padi di Bojongleles digudnag Disperindag,” kata Sekretaris Disperindag Lebak Agus Nugraha, Senin 18 Agustus 2025.
Dia mengagakan, nantinya keberadaan RMU selain untuk menjaga ketahanab pangan di Kabupaten Lebak juga untuk memutus mata rantai monopoli penjualan beras petani oleh pihak swasta.
“Dengan adanya RMU yang dikelola BUMD, gabah petani akan diserap, digiling di Lebak, dan dipasarkan baik untuk kebutuhan lokal maupun ke luar daerah. RMU dapat meprodukai 2-3 ton/jam,” katanya.
Dia optimis, keberadaan RMU ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Karena, bila ini berjalan, petani tidak perlu lagi membeli beras dari luar yang sebenarnya adalah hasil panen mereka sendiri.
“Kami berharap harga gabah di tingkat petani dapat lebih stabil, pendapatan petani meningkat, dan pasokan beras daerah menjadi lebih terjamin,” tukasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak Rahmat mengatakan, Pemkab Lebak menginginkan RMU yang mengolah gabah untuk menghasilkan beras premium. Mengingat Lebak, sebagai salah satu lumbung padi di Banten namun belum memiliki RMU.
“Pak Bupati ingin RMU yang menghasilkan beras premium, karena di Lebak memang belum ada. Kita hanya punya untuk penghasil (Beras) medium. Dengan mesin tersebut, kebutuhan beras premium yang saat ini masih dipasok dari luar Lebak dipenuhi oleh dalam daerah,” kata mantan Camat Cibadak ini.
Dengan RMU, kata dia, daerah tidak perlu lagi bergantung pada daerah lain karena bisa hasilkan secara mandiri beras premium. “Saat ini kan, beras lokal kita dibawa ke luar lalu masuk lagi dengan merek dari luar,” ujarnya.
Lantaran itu pihaknya juga telah mengumpulkan petani dan para kelompok tani yang siap agar mereka berkomitmen untuk memasok gabah ke RMU nantinya.
“Kami berharap, RMU nantinya ditempatkan di wilayah sentra beras agar memudahkan petani dan efisien. Kemungkinan untuk pengadaan mesin RMU bisa di Dinas Ketahanan Pangan atau Dinas Perindustrian,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











