SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berdiri di Provinsi Banten.
Peresmian dilakukan oleh Kepala BGN Dadan Hindayana dan didampingi oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto serta Gubernur Banten Andra sonidi Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun pada Jumat 22 Agustus 2025.
Peresmian dimulai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BGN dan Mendes PDT. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita di gedung SPPG yang ada di Ponpes Bai Mahdi Soleh Ma’mun.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, 17 SPPG dan dibangun diresmikan di hari ini merupakan murni hasil dari kemitraan dan pembangunannya bukan berasal dari APBN.
“Per hari ini sudah tercatat 6.153 yang sudah operasional dan ada 19.000 yang sedang diverifikasi itu seluruhnya murni kontribusi masyarakat. Selain itu masih ada 5.000 yang harus kita verifikasi dan ini artinya mempermudah kerja Badan Gizi Nasional,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, setiap dapur MBG nantinya akan mengelola anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk menjalankan program MBG. Ia mengungkapkan, nantinya akan ada sebanyak 50 orang pekerja di setiap SPPG.
“Selain itu juga akan membutuhkan 15 supplier mulai dari beras, telur, ikan, sampai ke bumbu-bumbu dan juga buah-buahan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, adanya program MBG diharapkan mampu menyerap potensi-potensi lokal di wilayah desa yang selama ini mengalami kesulitan untuk penjualannya, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang sangat masif di masing-masing wilayah yang dekat dengan SPPG.
“Jadi memang ini adalah investasi yang terbesar pemerintah Republik Indonesia terhadap SDM kita masa depan, tapi juga merupakan program yang bisa membangkitkan ekonomi wilayah. Kita harapkan ketahanan berasal dari level terbawah dan kemudian akan berkontribusi terhadap nasional,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











