SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang berencana ingin mengelola transportasi massal untuk masyarakat.
Minimnya transportasi publik membuat mobilitas warga kian terhambat.
Di tengah meningkatnya kebutuhan perjalanan, pilihan transportasi yang tersedia justru semakin menyusut, sementara kendaraan pribadi dan transportasi berbasis aplikasi terus mendominasi jalanan.
Ketiadaan sistem transportasi massal modern juga berdampak pada perekonomian.
Aktivitas perdagangan, pergerakan pelajar, hingga mobilitas pekerja sehari-hari semakin terkendala. Tanpa dukungan transportasi yang memadai, Kota Serang berisiko tertinggal dibandingkan daerah lain yang sudah memiliki layanan angkutan terintegrasi.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, menyebut situasi ini harus segera dicarikan solusi.
“Memang kondisi Kota Serang ini berbeda dengan daerah lain. Kalau di Tangerang misalnya, sudah ada angkutan massal yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah. Sementara di Kota Serang sampai sekarang belum ada. Paling yang ada baru rencana dari Pemerintah Provinsi, seperti angkutan untuk anak sekolah,” ujarnya, Jumat, 29 Agustus 2025.
Menurut Yudi, pemerintah perlu lebih proaktif agar transportasi publik tetap terjangkau. Salah satu opsi yang bisa ditempuh adalah melalui kebijakan subsidi.
“Misalnya, kalau di Brebes harganya Rp10 ribu, maka di Kota Serang pun harus bisa Rp10 ribu. Selisih biaya transportasi bisa ditanggung oleh pemerintah. Dengan begitu harga kebutuhan masyarakat bisa tetap stabil,” terangnya.
Editor: Bayu Mulyana











