SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fraksi Partai Gerindra DPRD Banten menyatakan komitmennya untuk mengawal operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banten, Taufiq Hidayat, menegaskan bahwa program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut harus diimplementasikan secara tepat sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Taufiq, keberadaan Koperasi Merah Putih tidak boleh hanya berhenti pada pembentukan kelembagaan atau sekadar memenuhi target administratif. Lebih dari itu, koperasi harus menjadi instrumen ekonomi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program ini harus berdampak nyata bagi warga desa. Jangan hanya berdiri secara administratif, tetapi manfaat ekonominya tidak terasa. Karena itu, pengelolaan KDMP harus dilakukan secara serius,” kata Taufiq, Selasa 19 Mei 2026.
Ia menekankan bahwa operasional KDMP di Banten perlu dijalankan secara transparan serta memiliki model bisnis yang jelas agar keberlangsungan usaha koperasi dapat terjaga dalam jangka panjang.
Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi faktor utama keberhasilan koperasi desa, terutama dalam menjaga kepercayaan masyarakat sebagai anggota sekaligus penerima manfaat.
“KDMP harus dikelola secara transparan dan profesional. Model bisnisnya juga harus jelas, apa yang dijual, bagaimana distribusinya, siapa pasarnya, sampai bagaimana keuntungan itu kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Taufiq mengatakan Fraksi Gerindra DPRD Banten akan terus mengawal implementasi program tersebut agar berjalan sesuai visi Presiden Prabowo dalam membangun ekonomi berbasis desa.
Di Provinsi Banten, percepatan operasional KDMP terus dilakukan. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Banten, hingga pertengahan 2026 sebanyak 695 Koperasi Merah Putih telah beroperasi dari total 1.551 koperasi yang berdiri di seluruh desa dan kelurahan.
Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung koperasi juga terus berjalan. Sebanyak 155 gerai koperasi telah selesai dibangun sepanjang 2026, sementara 727 gerai lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Taufiq menilai angka tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program nasional. Namun, menurutnya, keberhasilan sesungguhnya tidak diukur dari jumlah koperasi yang berdiri, melainkan sejauh mana koperasi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia mencontohkan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ciakar di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, yang telah memiliki 560 anggota dengan berbagai unit usaha berjalan. Gerai tersebut dibangun di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi dengan usaha utama penyediaan sembako bermodal Rp250 juta, serta dilengkapi klinik kesehatan, apotek, gudang penyimpanan, hingga armada distribusi.
“Kalau dikelola dengan baik, koperasi seperti ini bisa menjadi pusat ekonomi desa. Tapi yang paling penting, manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Editor: Mastur Huda











