PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kawasan wisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, terus menunjukkan perkembangan positif. Tingginya kunjungan wisatawan mendorong pengelola untuk berinovasi, khususnya di sektor kuliner.
Agus Dwi Prasetyo Utomo, Food and Beverage Manager Beach Resto Hotel Tanjung Lesung, mengatakan bahwa tren kunjungan wisatawan semakin meningkat seiring banyaknya event yang digelar. Sejumlah kegiatan besar sudah terjadwal, mulai dari pertemuan komunitas, event otomotif VW, hingga ajang olahraga lari Rhino Run pada 28 September mendatang.
“Trafik kunjungan wisatawan semakin baik. Ini jadi tantangan buat kami untuk terus berinovasi dan memenuhi ekspektasi tamu. Kami juga rutin memberikan pelatihan ke tim agar pelayanan lebih maksimal,” ungkap Agus, Selasa, 2 September 2025.
Menurut Agus, geliat wisata ini tidak lepas dari percepatan pembangunan Tol Serang-Panimbang yang ditarget rampung pada 2026. Infrastruktur tersebut diyakini bakal mempermudah akses wisatawan ke Tanjung Lesung, sekaligus menarik minat investor.
“Sekarang kebutuhan berlibur masyarakat bergeser ke arah Barat. Kalau ke Bandung dan Bogor sudah macet, Tanjung Lesung jadi pilihan. Dengan adanya tol, saya optimis investor akan lebih percaya diri untuk mengembangkan usahanya di sini,” jelasnya.
Agus menuturkan, sektor kuliner di kawasan resort memiliki karakter berbeda dibanding hotel di perkotaan. Wisatawan datang untuk berlibur sehingga pelayanan, rasa, dan penyajian makanan harus benar-benar maksimal.
“Sekali tamu kecewa itu bisa jadi masalah. Mereka rela bayar lebih mahal asalkan kualitasnya bagus. Itu yang jadi fokus kami,” kata Agus.
Untuk menjaga minat tamu, pihaknya melakukan pengembangan menu setiap tiga bulan. Hal ini penting agar wisatawan, termasuk turis mancanegara yang kerap berkunjung berulang, tidak merasa jenuh.
Tanjung Lesung juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kuliner tradisional. Saat ini sedang dibangun area kuliner Pethills yang akan dikelola kelompok ibu-ibu binaan.
“Konsepnya warung makan tradisional di saung, dekat area sawah. Wisatawan bisa menikmati pengalaman berbeda seperti makan di rumah penduduk atau pakai rantang. Itu jadi nilai jual tersendiri yang tidak ada di kota,” ungkap Agus.
Ke depan, Agus berencana mengembangkan spot-spot kuliner dengan konsep berbeda di tiap area. Misalnya, resto nusantara, kafe Italia, hingga beach club dengan sajian khas internasional.
“Harapan saya, kuliner di Tanjung Lesung semakin beragam, baik lokal maupun internasional. Sehingga kawasan ini bukan hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tapi juga destinasi kuliner yang berkarakter,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











