KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, dijadwalkan menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Kota Tangsel, Rabu, 17 September 2025, pukul 09.30 WIB.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari agenda resmi Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan dan penguatan program pendidikan alternatif yang diselenggarakan melalui Program Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Kota Tangsel resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat, 15 Agustus 2025, dengan menghadirkan fasilitas modern dan lengkap untuk menunjang pendidikan 150 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Provinsi Banten.
SRMA 33 Tangsel merupakan salah satu dari dua sekolah rakyat di Banten yang menjadi bagian program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Pembukaan MPLS dilaksanakan serentak bersama 37 sekolah rakyat lainnya yang masuk tahap 1B, dan dihadiri Gubernur Banten, Andra Soni; Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan; Kepala Sentra Mulya Jaya Kementerian Sosial, Siti Indriasari Oktaviana; serta Kepala SRMA 33 Tangsel, Gina Intana Dewi; guru; dan tenaga kependidikan.
Fasilitas SRMA 33 Tangsel mencakup enam ruang kelas, tiga laboratorium, kamar siswa, kamar guru dan tenaga pendidik, perpustakaan, dapur, ruang makan, aula, unit kesehatan siswa, ruang guru, ruang bimbingan konseling, ruang ibadah, hingga lapangan olahraga.
Selain itu, tersedia asrama terpisah untuk siswa laki-laki dan perempuan yang diawasi dua wali asrama.
Sekolah ini memiliki 15 guru hasil rekrutmen Kementerian Sosial RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, serta 13 wali asuh yang masing-masing membimbing 12–13 siswa.
Seluruh siswa mendapatkan perlengkapan sekolah, pakaian, alat kebersihan diri, buku saku siswa, serta layanan kesehatan gratis.
Para siswa berasal dari tujuh kabupaten/kota di Banten, yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang.
Editor: Agus Priwandono











