CILEGON – PT Pertamina Energy Terminal mengenalkan program Desa Energi Berdikari.
Impelementasi program ini salah satunya di wilayah operasi Terminal LPG Tanjung Sekong melalui inisiatif KreaSea Tumbuh.
Sebuah program yang dirancang untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan ekonomi berbasis inovasi kampung hidroponik di Desa Lebak Gede, Cilegon, Provinsi Banten.
Program ini menunjukkan, Terminal LPG Tanjung Sekong, tidak hanya berperan vital dalam menyuplai hingga 40 persen kebutuhan LPG nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak bagi keberlanjutan entitas masyarakat di sekitar terminal.
Program ini mengusung semangat pemberdayaan perempuan desa, khususnya kelompok ibu-ibu di RW 06, untuk mengelola budidaya tanaman hidroponik dengan konsep ramah lingkungan.
KreaSea Tumbuh menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan untuk berkreasi, serta berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat.
“Kami percaya bahwa keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari hasil panen, tetapi dari tumbuhnya rasa percaya diri, kreativitas, dan kemandirian bagi masyarakat di wilayah operasi Terminal LPG Tanjung Sekong. KreaSea Tumbuh adalah wujud nyata dari semangat gotong royong menuju desa yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkas Bayu Prostiyono selaku Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal.
Program ini mengintegrasikan inovasi urban farming dengan teknologi energi terbarukan. Rumah Hidroponik KreaSea Tumbuh menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWh.
PLTS sebagai sumber daya energi berbasis green energy memastikan sistem hidroponik dapat berjalan optimal selama 24 jam.
Kehadiran green energy ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada tenaga listrik konvensional, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa energi terbarukan mampu mendukung keberlanjutan di sektor pertanian.
Dalam implementasinya, program ini melibatkan kolaborasi dengan Pemuda Berani Inovasi (PBI). Para pemuda berperan dalam perawatan dan pemeliharaan PLTS agar dapat terus beroperasi secara maksimal.
Kolaborasi lintas kelompok masyarakat ini membuktikan bahwa keberlanjutan dapat tercapai dengan kerja sama lintas generasi.
Sejak dimulai, KreaSea Tumbuh telah menghasilkan panen sayuran hidroponik sebanyak 341,7 kg. Tumbuhan yang sudah dipanen seperti Kangkung (209,9 kg), Pakcoy (40,2 kg), Caisim (40,9 kg), dan Selada (51 kg). Hasil panen tersebut menjadi simbol keberhasilan kelompok dalam mengelola sistem hidroponik dengan konsisten dan berkelanjutan.
Salah satu manfaatnya adalah peluang ekonomi tambahan. Sebagian hasil panen dipasarkan baik secara langsung kepada masyarakat sekitar, unit usaha atau sosial media.
Program ini menitik fokuskan bagi masyarakat Ring 1 wilayah operasional perusahaan, dengan fokus pada dua kelompok utama, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Wahid Sapa, yang beranggotakan 30 orang ibu rumah tangga, dan Pemuda Berani Inovasi (PBI), yang beranggotakan 10 pemuda kreatif dan peduli lingkungan.
Keterlibatan kedua kelompok ini membentuk ekosistem pemberdayaan yang kuat. Perempuan memperoleh keterampilan dalam pertanian modern dan kewirausahaan, sementara pemuda berperan sebagai motor inovasi dalam bidang teknologi energi.
Melalui KreaSea Tumbuh, Terminal LPG Tanjung Sekong berupaya menegaskan bahwa pertanian modern yang hijau, tangguh, dan inklusif bukanlah sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan dengan kolaborasi. Program ini menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat bersinergi dengan sektor pangan, sekaligus membuka jalan bagi kemandirian ekonomi masyarakat desa.











