SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Komisi XII DPR RI melalukan kunjungan kerja spesifik ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang berada di Desa Teluk Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada Rabu 24 September 2025.
Dalam kunjungan tersebut, wakil rakyat berupaya untuk memastikan apakan pelaksanaan pelayanan berjalan dengan baik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan mengatakan, gas yang ditampung di PT PGN Teluk Terate tersebut berasal dari Provinsi Sumatera Selatan yang nantinya akan disalurkan ke wilayah banten dan wilayah lainnya.
“Ini dialirkan ke Provinsi Banten, khusunya juga di Kabupaten Serang, selain itu juga ke Jawa Barat. Tentu di sini kan banyak sekali kawasan industrinya, ada industri petrokimia, semen, baju ya, lalu juga untuk jaringan gas, rumah tangga dan komersial lainnya. Fasilitas ini menjadi penting dan vital karena tadi mengatur penerimaan gas dari Sumatera Selatan untuk nanti dialirkan,” katanya, Rabu 24 September 2025.
Ia mendorong arar nantinya akan ada sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan sehingga mampu memberikan pelayanan yang maksimal.
“Yang pertama kami highlight mengenai CSR program kepeduliam masyarakat artinya untuk bisa dimasifkan lagi untuk pemberdayaan UMKM, pembangunan fasilitas umum, jalan dan lain sebagainya agar masyarakat sekitar bisa mendapat manfaat yang sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Ia memimNta agar PGN dapat memastikan agara Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk industri agar pasokannya andal, stabil dan harganya juga berdaya saing supaya industri-industri bisa berjalan.
Ia meminta agar target 1 juta jaringan rumah tangga baru dapat dialokasikan di Provinsi Banten.
“Karena banyak industri yang membutuhkan di sini gitu dan mudah-mudahan setelah ini pembangunan bisa lebih masif lebih cepat lebih berdampak untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota komisi XII DPR RI Syarif Fasha mengatakan, jika kapasitas PGN sebenarnya mencapai 500 MM. Namun karena pasokannya minim, hanya bisa menyimpan 133 mm.
“Jadi masih ada idle capacity itu lebih kurang 367 MM. Nah, ini sangat besar sekali. Jadi Selama Sumatera belum ada penemuan tambang apa eksplorasi gas yang baru maka sangat disayangkan stasionerinya sebesar ini tidak bermanfaat maksimal,” ujarnnya.
Ia melihat PGN sudah banyak menyalurkan gas untuk industri, kemudian Jargas dan lain sebagainya. Namun tetap tidak mencukupi juga. “Mudah-mudahan bisa ada pasokan gas lewat Jawa Timur, Jawa Barat nantinya sehingga bisa Paling tidak industri di wilayah Provinsi Banten ini terakomodasi dulu semua. Itu harapan kita,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: AGung S Pambudi











