TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala penyakit difteri yang bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa imunisasi lengkap adalah cara paling efektif mencegah penyakit mematikan tersebut.
Difteri kerap diawali dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas, disertai nyeri tenggorokan, nyeri saat menelan, serta demam ringan yang biasanya tidak lebih dari 38,5 derajat Celsius.
“Sebanyak 94 persen kasus difteri menyerang amandel dan tenggorokan,” jelas dr. Dini, melalui keterangan pers yang diterima Minggu 28 September 2025.
Gejala lain yang harus diwaspadai adalah munculnya lapisan tipis berwarna putih keabu-abuan atau kehitaman di amandel, tenggorokan, hingga kotak suara. Lapisan ini sulit dilepaskan dan bisa menimbulkan perdarahan.
Dalam kondisi lebih berat, penderita bisa mengalami sesak napas, kesulitan menelan, hingga pembengkakan leher menyerupai bullneck.
Menurut dr. Dini, imunisasi menjadi kunci untuk melindungi anak dari difteri dan mencegah penularan di masyarakat. Vaksin yang digunakan antara lain DPT-HB-Hib, yang juga melindungi dari pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis, serta pneumonia akibat Haemophilus influenzae tipe B.
Selain itu, ada vaksin DT (Difteri-Tetanus) dan TD (Tetanus-Difteri) yang diberikan sesuai jadwal program imunisasi nasional.
“Imunisasi lengkap sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap difteri. Kami harap para orang tua memperhatikan jadwal vaksinasi anak agar terhindar dari risiko fatal,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika ditemukan kasus difteri, penanganan segera dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi, perawatan di ruang isolasi, serta pemberian obat profilaksis bagi kontak erat. Langkah-langkah ini penting untuk menghentikan rantai penularan di masyarakat.
“Dinkes Kota Tangerang terus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap imunisasi dan waspada mengenali gejala difteri sejak dini,” pungkas dr. Dini.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: AGung S Pambudi











