SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana akan melakukan rapat dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membahas kelanjutan program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Serang.
Diketahui hingga saat ini belum ada lokasi yang ditetapkan untuk menjadi lokasi PSEL. Masih ada sebanyak dua alternatif lokasi yang akan digunakan oleh Pemkab Serang, yakni di Desa Luwuk, Kecamatan Gunung Sari dan Desa Kosambironyok, Kecamatan Anyar.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengaku, akan segera melaksanakan rapat dengan menteri Lingkungan Hidup untuk membahas mengenai program PSEL sekaligus lokasi yang tepat untuk program tersebut.
“Di Desa Luwuk, kami akan rapat untuk memperkuat itu. Doakan supaya lancar,” katanya, Jumat 3 Oktober 2025 lalu.
Sementara itu, Camat Gunung Sari, Erwin Saefullah mengungkapkan, dari segi kewilayahan, baik masyarakat maupun pemerintahan di level kecamatan maupun desa sangat menyambut baik dengan rencana Pemkab Serang yang akan membangun PSEL di wilayah mereka.
“Ya kalau kami sih di kewilayahan dan masyarakat Gunung Sari menyambut baik ya adanya investasi energi bersih. Tentu saja kan karena Gunung Sari ini perlu ada upaya-upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan dengan harapan bahwa adanya rencana ini kemudian bisa ngangkat taraf hidup masyarakat sekitar,” ujarnya.
Erwin mengungkapkan, dari informasi yang ia terima jika lokasi yang dijadikan tempat PSEL berada di Desa Luwuk, Kecamatan Gunung Sari serta sebagian lahan jauga berada di Desa Angsana, Kecamatan Mancak.
“Yang didorong oleh masyarakat saat ini yang diwacanakan itu di Desa Luwuk. Kecamatan Gunungsari dan sebagian di Desa Angsana, Kecamatan Mancak dengan luas 6,4 yang diwacanakan ya. Tapi tentu saja kan kita menunggu perkembangan selanjutnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, jika lokasinya tepat berada di samping jalan provinsi sehingga untuk pengangkutannya cukup baik. “Kalau saya kan berpatokan ke teknis ya. Cocok atau tidaknya itu ada di tataran teknis, di OPD teknis. Kalau kami ketika kemudian diberikan opsi di sana, Alhamdulillah,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, untuk produksi sampah di Kecamatan Gunung Sari disebut paling rendah. Per harinya, produksi sampah hanya mencapai 12 ton per hari. “Jadi produksinya paling rendah,” tegasnya
Ia mengaku, sejauh ini belum ada sosialisasi secara formal yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Serang mengenai rencana pembangunan PSEL. “Konsultasi publik secqra formil belum ada. Tapi kalau obrolan-obrolan bisasa kita sampaikan sesuai dengan pengetahuan kita,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











