SERANG – Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Banten menyosialisasikan pemeriksaan makanan secara organoleptik atau menggunakan panca indera kepada para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim tersebut turun ke SDN Drangong 1 Serang dan MTs Nurul Ikhlas di Kota Serang, pekan lalu.
Edukasi metode organoleptik kepada penerima manfaat MBG itu bersamaan ketika tim SPPB Polda Banten melaksanakan pengecekan keamanan pangan (food safety). Biddokes Polda Banten juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan bahan makanan menggunakan tes kit untuk memastikan setiap menu MBG aman sebelum didistribusikan kepada para siswa.
Dengan mengenalkan metode organoleptik, pelajar penerima manfaat MBG bisa mengenali makanan layak konsumsi atau dengan melalui indera penglihatan, penciuman, dan perasa.
“Program MBG tidak hanya berhenti pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga memastikan keamanan makanan melalui pengecekan yang terukur. Dengan sosialisasi organoleptik, kami ingin membekali siswa kemampuan dasar untuk menilai makanan yang aman dikonsumsi. Ini adalah bagian dari mitigasi dini terhadap risiko keracunan,” jelas Irwasda Polda Banten Kombes Pol Hendra Kurniawan.
Tim food safety SPPG Polda Banten memberikan demonstrasi kepada siswa tentang cara sederhana mengecek makanan, seperti mengenali aroma tak wajar, perubahan warna, atau tekstur yang mencurigakan.
“Kami memastikan setiap menu yang keluar dari dapur SPPG telah melalui proses pemeriksaan secara laboratorium sederhana maupun pengecekan manual. Keamanan anak-anak penerima MBG adalah prioritas utama kami,” ungkap Hendra.
Dengan pendekatan edukatif ini, Polda Banten berharap, pelajar tidak hanya menerima manfaat gizi, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya keamanan makanan dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi, kita ingin anak-anak mengetahui cara mendekteksi dini makanan yang akan dikonsumsinya,” katanya.
Nadin, siswi MTs Nurul Ikhlas, mengaku senang karena bisa mengetahui makanan layak konsumsi atau tidak. “Sekarang saya tahu kalau makanan harus dilihat warnanya dan dicium baunya sebelum dimakan,” ujarnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











