SERANG – Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Hengki mengungkapkan bahwa Polda Banten tidak antikritik. Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI) di Maung Lounge Mapolda Banten, pekan lalu.
Hengki mengatakan, Polda Banten terbuka terhadap masukan, kritik, maupun kolaborasi dari elemen masyarakat, khususnya generasi muda. “Polda Banten tidak alergi terhadap kritik maupun masukan. Kami justru membuka ruang silaturahmi dan kolaborasi bersama mahasiswa, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” kata Hengki didampingi Wakapolda Banten Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Hendra Wirawan.
Hengki menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat yang turut menjaga keamanan wilayah Banten tetap kondusif. Ia menegaskan, keberhasilan pengamanan arus mudik Merak–Bakauheni tahun ini menjadi bukti sinergitas seluruh pihak. “Alhamdulillah, pengamanan arus mudik di Pelabuhan Merak-Bakauheni berjalan aman dan lancar tanpa penumpukan kendaraan. Bahkan mendapat apresiasi dari Bapak Presiden, Menteri Perhubungan, Gubernur Banten, hingga Dirut ASDP. Ini hasil kerja bersama seluruh stakeholder dan dukungan masyarakat,” ucapnya.
Hengki menegaskan komitmennya dalam menindak tegas anggota Polda Banten dan jajaran yang melakukan pelanggaran hukum maupun mencederai institusi Polri. “Saya tidak akan menolerir anggota (Polda Banten-red) yang terlibat narkoba ataupun menjadi calo penerimaan anggota Polri. Saya akan tindak tegas, bahkan jika perlu dilakukan PTDH (Pemberhentian dengan Tidak Hormat-red) dan proses pidana,” tegasnya.
Kepada GPPMI, Kapolda menyampaikan program sosial yang dilaksanakan Polda Banten. Antara lain, Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) dan Poliran (Polisi Peduli Pengangguran).
“Muara dari semua program Polri adalah untuk membantu masyarakat serta mendorong generasi muda menjauhi narkoba, tawuran, dan kenakalan remaja,” tuturnya.
Ia pun berharap, sinergi Polda Banten bersama organisasi kepemudaan seperti GPPMI dapat terus terjalin dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. “Pemuda harus mampu berkontribusi positif bagi pembangunan di Provinsi Banten,” pungkasnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono









