LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Korea Selatan dan Malaysia menjadi penyumbang terbesar Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Lebak. Nilainya mencapai Rp 132 miliar.
Hingga September 2025, realisasi investasi di Lebak Rp 923 miliar dari target investasi sebesar Rp 258 miliar.
Realisasi PMA di Lebak sepanjang tahun 2025 atau hingga September, mencapai Rp 132 miliar.
Dari jumlah itu, Korea Selatan menjadi penyumbang PMA terbesar, mencapai Rp 57 miliar.
Selanjutnya, Malaysia mencapai Rp 52 miliar, Singapura Rp 17 miliar, China Rp 2 miliar dan Thailand Rp 1 miliar.
“Korsel, Malaysia, Singapura, China, dan Thailand merupakan lima negara terbesar yang berinvestasi di Lebak. Total PMA hingga September mencapai Rp 132 miliar,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Yadi Basari Gunawan, Minggu, 9 November 2025.
Ia mengatakan, realisasi investasi di Bumi Muktatuli bergerak dengan tren positif. Investasi sektor sekunder dan tersier mulai tampak signifikan.
“Sektor transportasi, pergudangan, kawasan industri, perakantoran dan perumaham sebagai lokomotifnya,” katanya.
Pemkab Lebak terus berupaya menarik investor untuk berinvestasi di Lebak.
“Kita terus berikhtiar dan kerja keras agar investasi di Lebak terus bertambah,” tukasnya.
Editor: Agus Priwandono











