PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani meminta bantuan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso untuk merevitalisasi tiga pasar tradisional pada 2026.
Permintaan itu muncul karena kondisi fiskal Kabupaten Pandeglang sangat terbatas.
Bupati Dewi menargetkan revitalisasi pasar meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperkuat aktivitas perdagangan lokal.
Revitalisasi pasar tradisional menjadi upaya menyeluruh untuk memperbaiki kualitas fisik, ekonomi, dan sosial pasar rakyat.
Langkah itu juga bertujuan meningkatkan daya saing pasar tradisional terhadap pasar modern.
Selain itu, revitalisasi pasar penting untuk menjaga peran pasar rakyat sebagai pusat ekonomi kerakyatan dan warisan budaya.
Tiga pasar tradisional yang diusulkan yakni Pasar Badak Pandeglang, Pasar Picung, dan Pasar Bojong.
Bupati Dewi melakukan koordinasi dengan jajaran kementerian untuk mendorong realisasi program tersebut.
Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Pandeglang, Arlan, menjelaskan pertemuan Bupati Dewi dengan Menteri Perdagangan berlangsung pada Kamis.
“Bupati menemui Mendag untuk meminta dukungan revitalisasi tiga pasar tradisional yang kondisinya sudah memprihatinkan,” ujarnya, Jumat 13 November 2025.
Menurut Arlan, keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama permohonan bantuan tersebut.
Ia menegaskan tiga pasar tradisional masuk skala prioritas dalam usulan ke Kementerian Perdagangan.
“Pasar Badak, Pasar Bojong, dan Pasar Picung diusulkan memperoleh dukungan penuh dari Kemendag,” katanya.
Bupati Dewi berharap revitalisasi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Pandeglang.
Ia menilai ketiga pasar tersebut membutuhkan penataan ulang agar lebih layak dan nyaman.
“Revitalisasi harus membuat pasar lebih modern tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya,” ujar Bupati Dewi.
Ia menambahkan, penataan pasar penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi lokal.
Editor: Aas Arbi











