SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lingkungan RT 12 RW 05 Blok D Komplek Kepuren Residence, Kota Serang, terus berbenah melalui berbagai inisiatif berbasis gotong royong. Warga memoles area permukiman agar lebih rapi, bersih, dan nyaman dihuni.
Beragam fasilitas baru pun bermunculan dan dikelola secara mandiri, mulai dari taman baca hingga ruang belajar mengaji untuk anak-anak. Kreativitas warga juga terlihat dari pemanfaatan barang bekas menjadi ornamen lingkungan.
Seluruh gerakan ini merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap program Lingkungan Resik Lan Aman (LRLA), yang mendorong terciptanya kawasan permukiman bersih dan tertata di Kota Serang.
Ketua RT 12 RW 05 Blok D Komplek Kepuren Residence, Zainuddin, menjelaskan bahwa warganya berupaya menghadirkan lingkungan yang lebih tertata melalui langkah-langkah sederhana namun bermanfaat. Salah satu yang menjadi kebanggaan warga adalah Taman Baca sebagai ruang literasi, serta tempat mengaji bagi anak-anak.
Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki bank sampah yang dikelola secara mandiri. Menurut Zainuddin, lingkungan mereka sejak awal sudah cukup rapi, namun kini warga lebih fokus melakukan pemolesan agar tampil lebih baik.
Meski demikian, masih ada fasilitas yang perlu disempurnakan. Pos kamling, misalnya, mendapat masukan dari tim juri LRLA sehingga perlu dilakukan perbaikan. Semua pembenahan dilakukan dengan semangat gotong royong.
Untuk pembiayaan, Zainuddin menyebut 95 persen berasal dari iuran warga, sedangkan sisanya berupa bantuan material dari pemerintah berupa bambu, paku, dan cat yang dimanfaatkan untuk mempercantik lingkungan.
Bahan-bahan tersebut kemudian digunakan warga untuk membuat berbagai ornamen, termasuk pagar bambu dan hiasan kreatif seperti angsa dari galon bekas.
“Itu bagian dari kreativitas masyarakat agar lingkungan terlihat lebih menarik,” ujarnya, Kamis 27 November 2025.
Zainuddin berharap program LRLA dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan, baik di tingkat komplek maupun di seluruh wilayah Kota Serang.
“Kalau lingkungan resik, dilihatnya enak, dilewati juga nyaman. Itu harapan kami semua,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











