SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Kota Serang menilai, kehadiran enam unit ambulans bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan darurat tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kehadiran armada ambulans ini dianggap sebagai bentuk kolaborasi efektif antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam memenuhi kebutuhan fasilitas publik.
Dari sisi legislatif, bantuan tersebut dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan pelayanan kedaruratan secara lebih cepat dan merata.
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, mengatakan bahwa meskipun pengadaan ambulans tidak menggunakan APBD, pihaknya tetap menyiapkan dukungan anggaran untuk operasional seluruh armada tersebut.
Hal ini dilakukan karena kebutuhan layanan ambulans selama ini sangat tinggi, berdasarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada DPRD Kota Serang.
Muji memastikan, DPRD Kota Serang siap memberikan dukungan penuh.
“Kami dari Dewan akan menyiapkan anggaran untuk men-support kegiatan tersebut. Karena perangkatnya sudah disiapkan CSR, hasil komunikasi wali kota dengan perusahaan hingga memberikan enam unit mobil bantuan,” ujarnya, Jumat, 28 November 2025.
Sebelumnya Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menjelaskan bahwa armada ambulans itu merupakan fasilitas pertama yang secara khusus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan layanan darurat warga Kota Serang.
“Ambulans ini khusus melayani masyarakat Kota Serang. Ketika butuh bantuan, tinggal telepon 112. Ini bagian dari janji kampanye saya dan pak Agis untuk menghadirkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Serang Berbudi,” ujarnya.
Budi mengaku, pengadaan ambulans TRC 112 tidak menggunakan APBD Kota Serang.
Sebanyak enam unit ambulans ini merupakan hasil dukungan CSR dari pihak swasta.
“Ini tidak memakai APBD. Janji kampanye kami, di sembilan bulan ini bertahap kami penuhi,” katanya.
Enam unit ambulans TRC 112 itu telah disebar di sejumlah titik strategis.
Sebagian ditempatkan di rumah sakit dan Dinas Sosial, sedangkan satu unit lainnya berada di Tamansari sebagai armada panggilan online yang siaga penuh.
Editor: Agus Priwandono











