SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Banten mendorong perempuan di Provinsi Banten untuk semakin berani mengambil peran strategis dalam politik dan pembangunan daerah.
Ajakan itu disuarakan oleh anggota Komisi IV DPRD Banten, Desy Yusandi. Desy Yusandi selama tiga periode berturut-turut, 2014, 2019 dan 2024, menjadi representasi perempuan dari Kota Tangerang di parlemen Provinsi Banten.
Desy menegaskan bahwa ruang politik bukan hanya milik laki-laki. Menurutnya, perempuan memiliki perspektif, empati, dan kepekaan sosial yang menjadi kekuatan penting dalam proses pengambilan kebijakan.
Karena itu, ia mendorong perempuan Banten agar tidak ragu menyuarakan aspirasi serta mengambil posisi dalam berbagai sektor pengabdian.
“Sebagai putri daerah, saya melihat perempuan itu jarang sekali terwakili di parlemen. Dari situ muncul tekad untuk masuk politik. Saya ingin perempuan Banten berani maju, berani bersuara,” ujar Desy, Jumat, 28 November 2025.
Selama menduduki kursi di DPRD Banten, Desy dikenal aktif memperjuangkan isu pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif.
Di Komisi IV DPRD Banten yang membidangi sektor-sektor tersebut, ia menjadi salah satu legislator yang paling vokal untuk memastikan kebutuhan perempuan dan keluarga masuk dalam prioritas kebijakan daerah.
“Sebagai Wakil Rakyat, saya ingin menjadi penyambung aspirasi yang amanah. Apa yang diperjuangkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Desy juga menunjukkan bahwa peran di dunia politik bisa berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.
Dengan manajemen waktu yang ketat, ia membagi hari mulai dari bangun pukul 03.00 WIB untuk mengurus keluarga sebelum menjalankan tugas-tugasnya sebagai Wakil Rakyat.
“Harus rela berkorban waktu, tenaga, pikiran. Tapi jangan sampai mengorbankan tugas sebagai ibu. Keluarga tetap prioritas,” ujarnya.
Desy menilai, keterlibatan perempuan dalam politik membutuhkan kemampuan komunikasi, karakter kuat, dan empati.
Ia menekankan bahwa pejabat publik harus membumi dan selalu menjadi tempat masyarakat mencurahkan keluh kesah.
“Jangan hanya menjadi ibu, tapi juga teman. Masyarakat butuh tempat bercerita, baik sedih maupun senang,” ujarnya.
Kepada seluruh perempuan Banten, Desy menyampaikan pesan agar tidak takut melangkah dan terus membangun kapasitas diri.
“Jadilah diri sendiri. Tata niat sejak dini. Berani berkorban dan jangan pelit berbagi, bukan hanya materi tetapi juga ilmu. Membantu hal kecil pun bisa menyenangkan orang lain,” pesannya.
Melalui sosok seperti Desy Yusandi, DPRD Banten berharap, semakin banyak perempuan terinspirasi untuk terlibat aktif dalam politik maupun sektor-sektor pembangunan lainnya.
Perempuan dinilai memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada masyarakat.
Editor: Agus Priwandono











