LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah pusat melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk mereaktivasi jalur kereta Rangkasbitung–Labuan.
Jalur sepanjang 56 kilometer, yang berhenti beroperasi sejak 1984, kini resmi masuk tahap persiapan menuju reaktivasi guna memperkuat konektivitas transportasi di wilayah selatan Banten.
Berdasarkan rencana terbaru, pembebasan lahan dijadwalkan mulai 2027, sementara pembangunan fisik direncanakan pada 2029.
Kepala BTP Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, mengatakan bahwa proyek ini sempat tertunda karena pandemi Covid-19 dan kebijakan efisiensi anggaran. Namun seluruh tahapan kini kembali dilanjutkan.
“Targetnya tahun 2029 sudah bisa beroperasi. Desain teknis sudah selesai, tinggal dilakukan reviu,” ujarnya, Jumat 28 November 2025.
Survei Ulang dan Peninjauan Trase
Ferdian menjelaskan sebagian survei jalur telah dilakukan dan peta trase terbaru telah disiapkan. Peninjauan ini penting untuk memastikan jalur tidak mengganggu aktivitas masyarakat, sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan tata ruang terbaru.
Bangunan maupun fasilitas umum yang berdiri di jalur rel lama akan ditertibkan sesuai aturan. Sementara stasiun-stasiun eksisting akan dimodernisasi mengikuti kebutuhan transportasi masa kini.
“Penyesuaian dilakukan agar tidak mengganggu masyarakat dan mampu mendukung pelayanan kereta api yang lebih baik,” jelasnya.
Harapan Masyarakat: Transportasi Murah dan Efektif Kembali Hadir
Harapan besar datang dari warga sekitar. Selly Amalia, warga Rangkasbitung, mengaku sangat menantikan reaktivasi jalur bersejarah tersebut.
“Semoga proyeknya tidak molor lagi. Ini sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Selly menyebut kereta akan membuka peluang ekonomi baru dan memberi opsi perjalanan yang lebih efisien.
“Selain cepat, juga lebih murah dibanding angkutan lain,” katanya.***
Editor : Krisna Widi Aria











