CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kelurahan Ciwaduk kembali menggulirkan Program Inovasi Gemas (Gerakan Menurunkan Angka Stunting) sebagai upaya memperkuat pencegahan stunting di wilayahnya.
Program yang diluncurkan di Aula Kelurahan Ciwaduk, Jumat 5 Desember 2025, menyasar sepuluh anak dengan kondisi kurang gizi dan berisiko stunting.
Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, mengatakan bahwa pola pelaksanaan Gemas masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni melibatkan kader PKK sebagai ibu asuh.
“Sasarannya tahun ini ada 10 anak. Sistemnya masih sama, satu anak didampingi dua ibu asuh yang merupakan kader PKK. Kami berdayakan kader PKK untuk ikut mengawal pemenuhan gizi,” ujarnya.
Dalam program ini, anak-anak mendapatkan pemberian makanan tambahan (PMT) selama 20 hari berupa telur, susu, biskuit, buah, dan bubur kacang hijau.
Selain itu, setiap anak juga dipantau secara berkala melalui kegiatan penimbangan, pemantauan perkembangan, serta edukasi kesehatan.
“Semua anak dimonitor, ditimbang, dan diedukasi. Ahli gizi dari Puskes Cilegon juga memberikan edukasi tentang pola makan sehat kepada orang tua. Ini penting sebagai stimulus agar kebiasaan makan sehat bisa diterapkan,” sambung Nurul.
Ia menegaskan bahwa sasaran program ini adalah anak-anak yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk, bukan yang sudah masuk kategori stunting, sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Di Kelurahan Ciwaduk sendiri terdapat 14 anak dengan kondisi kurang gizi. Namun, hanya 10 yang dipilih mengikuti program karena faktor kerja sama orang tua.
“Jika anak diberikan makanan tambahan tetapi orang tuanya tidak mau bekerja sama, itu akan sulit. Kerja sama itu bentuknya mau datang ke kelurahan, mau diedukasi, dan mau ditimbang secara rutin,” ungkapnya.
Program Gemas dibiayai dari donasi masyarakat mampu, bukan dari APBD. Karena itu, program ini akan terus berlanjut selama dukungan masyarakat tetap ada.
“Ini murni inisiasi kelurahan dan didukung donatur. Harapannya program ini bisa menjadi stimulan agar pola makan sehat terus menjadi kebiasaan. Selain itu, kami juga melakukan edukasi pranikah dan bagi ibu hamil sebagai langkah pencegahan jangka panjang,” tutupnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











