PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Harga cabai di Pasar Badak Pandeglang sedang mengalami kenaikan signifikan. Khususnya harga cabai setan saat ini sudah tembus mencapai Rp90 Ribu sampai Rp100 Ribu per kilogram.
Harga cabai mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru juga terjadi di Pasar Badak Pandeglang dan Pasar Mandalawangi.
Salah satu petani pemula warga tinggal di lereng Gunung Karang, tepatnya Kampung Balangendong, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang bernama Neng Sri mengatakan, kalau dirinya tidak mengetahui kalau harga cabai sedang naik.
“Saya enggak tahu karena memang sekarang punya tanaman cabai sendiri. Jadi sudah lama gak beli lagi,” katanya Kamis, 11 Desember 2025.
Neng Sri menjelaskan, kalau dirinya mulai menanam cabai semenjak orangtuanya sudah sepuh. Sudah tidak bisa lagi menjalankan aktivitas bertani atau bercocok tanam.
“Hingga membuat lahan kebun sebelumnya produktif menjadi terlantar. Saya sebagai anaknya tentu merasa terpanggil untuk mengolah agar hasil panennya bisa bermanfaat buat ngasih orang tua dan keluarga,” katanya.
Neng Sri menerangkan, kebun orangtuanya ia garap secara otodidak dan menanam cabai. Jenis cabai ditanam ialah cabai setan.
“Untuk bibit cabainya karena saya pemula jadi bukan dari hasil penyemaian tapi beli. Terus langsung tanam,” katanya.
Neng Sri mengaku, kalau dirinya sekalipun pemula, dari garap lahan sampai tanam ia sendiri melakukan. Belajar otodidak dan sering menonton dari YouTube.
“Jadi tanam sendiri, awalnya 200 batang, sekarang sampai 1000 batang kita tambah,” katanya.
Penambahan tanaman cabai, ia lakukan setelah melihat masih luas area halaman kebun masih kosong. Jadi ditambah lagi.
“Ini kebun sebelumnya digarap oleh ayah saya. Namun karena sudah sepuh saya manfaatkan untuk tanam cabai,” katanya.
Lebih lanjut Neng Sri menyatakan, kalau dirinya belum tahu harga cabai sekarang ini. Jadi ini sebetulnya untuk iseng-iseng juga karena memang pokok pekerjaannya menjadi Wedding Organizer (WO) Kinanti.
“Saya sudah 25 tahun menjadi WO. Jadi sekarang ini karena sudah tua jadi beralih menjadi petani,” katanya.
Menjadi petani, Ia lakukan karena utuk mengisi waktu luang. Saat ini kebetulan pesanan juga sedang lengang.
“Biasa kita ngerias, kadang sewa tenda. Kalau lagi sepi, saya manfaatkan waktu untuk ngelola kebun tanam cabai dan sayuran lainnya,” katanya.
Jenis sayuran sedang ditanam dan sudah bisa panen itu sawi. Selain sawi ada juga bayam masih dalam masa pertumbuhan.
“Sedangkan untuk cabai sudah mulai berbuah dan mungkin baru bisa di panen matang itu satu bulan lagi. Jenis cabai di tanam cabai setan,” katanya.
Kalau harga cabai sekarang sedang naik, tentunya ia sangat bersyukur alhamdulillah. Dari coba-coba atau dari iseng bisa berhasil.
“Karena kalau melihat orangtuanya sedih, tanamannya gak hasil. Kita ngelihat sedih amat, makanya kita berpikir apa yang bisa ditanam agar berhasil maka kita pilih tanaman cabai aja,” katanya.
Mudah-mudahan, hasil tanam cabainya berhasil. Dikarenakan melihat orang tua sudah tidak bisa bertani lagi.
“Makanya kita bantu, menggantikan pekerjaan orang tua dan alhamdulillah cabai di tanam tumbuh subur. Semoga harganya masih tetap tinggi sampai awal Januari 2025,” katanya.
Neng Sri terlihat sumringah dan bahagia, setelah mengetahui harga cabai melonjak tajam.
“Kalau harganya tinggi kan nanti hasilnya bisa buat menutupi biaya produksi dan ngasih orangtua,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











