LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — Kenaikan harga bahan pangan terjadi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lebak. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lebak mengimbau masyarakat untuk berbelanja lebih bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok.
Kepala Disperindag Lebak Rully Edward menyatakan lonjakan harga dipicu cuaca ekstrem yang mengganggu pasokan dan distribusi komoditas pangan di wilayah Banten.
Berdasarkan data Disperindag, harga daging ayam naik dari Rp35 ribu menjadi sekitar Rp39 ribu per kilogram. Harga telur ayam juga meningkat dari Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Selain itu, minyak goreng turut mengalami kenaikan. Minyakkita naik dari sekitar Rp17.500 menjadi Rp18 ribu per liter, sementara minyak goreng tanpa merek naik dari Rp16 ribu menjadi Rp17 ribu per liter.
Menurut Rully, kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar jika dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, Disperindag terus memantau pergerakan harga agar lonjakan tidak menekan daya beli masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk lebih hemat saat belanja. Belanja sesuai kebutuhan utama dan hindari pembelian berlebihan yang bisa mempercepat kenaikan harga,” ujar Rully kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 16 Januari 2026.
Selain itu, Disperindag Lebak berkoordinasi dengan pedagang untuk menjaga stabilitas harga di pasar tradisional. Pemerintah daerah juga mengupayakan kelancaran pasokan agar harga kembali stabil.
Rully menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan promo pasar serta memilih belanja di pasar tradisional yang cenderung menawarkan harga lebih terjangkau. Informasi harga dari Disperindag diharapkan membantu konsumen mengambil keputusan belanja yang tepat.
Sementara itu, warga di pasar-pasar tradisional seperti Rangkasbitung, Sampay, dan Semi mengakui adanya kenaikan harga. Mereka berharap pemerintah daerah menggelar operasi pasar murah untuk menekan beban ekonomi rumah tangga.
Reporter: Nurandi/Editor: Aas Arbi











