PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani memonitoring proyek pembangunan Daerah Irigasi (DI) Cisesepan, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Daerah Irigasi (DI) Cisesepan menjadi salah satu dari 11 hingga 12 daerah irigasi di Kabupaten Pandeglang yang masuk dalam program rehabilitasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) pada akhir tahun 2025.
Proyek rehabilitasi ini dilakukan untuk mendukung program Swasembada Pangan nasional dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Mandalawangi.
DI Cisesepan berada di bawah koordinasi Pemerintah Kabupaten Pandeglang atau Pemerintah Provinsi Banten melalui platform digital pengusulan irigasi (SIPURI).
Secara geografis, kawasan ini berada di wilayah Kecamatan Mandalawangi, yang dikenal memiliki potensi pertanian di kaki Gunung Pulosari dan Gunung Aseupan.
Pembangunan Daerah Irigasi (DI) Cisesepan berpotensi besar meningkatkan produktivitas pangan masyarakat setempat. Dengan adanya pembangunan irigasi ini, sekitar 44 hektare lahan pertanian yang sebelumnya hanya dapat panen satu kali menjadi tiga kali dalam setahun.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menyampaikan apresiasi atas pembangunan DI Cisesepan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Alhamdulillah, dengan dibangunnya Daerah Irigasi Cisesepan oleh Kementerian PU. Maka ke depan produktivitas pangan masyarakat dapat meningkat (karena bisa tanam lebih dari satu kali),” katanya usai memonitor proyek DI Sesepan di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 18 Desember 2025.
Pembangunan DI Cisesepan menjadi harapan besar bagi para petani. Sawahnya mendapatkan suplay air irigasi.
“Namun untuk pengelolaan dan pembagian air irigasinya harus yang adil dan merata. Sehingga seluruh petani dapat merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur itu,” katanya.
Bupati menegaskan, pembagian air untuk mengairi sawah dilakukan secara merata. Jangan sampai ada lahan yang tidak terairi.
“Karena tujuan utama pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Kepala Balai Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BWSC3), Dedi Yuda Lesmana, menjelaskan bahwa pembangunan DI Cisesepan merupakan bagian dari dukungan terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi.
“Serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung program swasembada pangan nasional,” katanya.
Pembangunan irigasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.
“Khususnya melalui optimalisasi jaringan irigasi,” katanya.
Kepala Desa Pandat, Ahmad Yani mengungkapkan, bahwa sebelum adanya pembangunan DI Cisesepan, sekitar 44 hektare lahan sawah di wilayahnya hanya mampu panen satu kali dalam setahun akibat keterbatasan pasokan air.
“Namun dengan adanya pembangunan irigasi ini, kami optimistis ke depan para petani bisa melakukan panen hingga tiga kali dalam satu tahun. Ini tentu akan sangat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” katanya.
Editor Daru










