SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan Pengabdian melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Kegiatan ini didukung dan didanai DPPM Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pelaksanaan program dimulai dari bulan September hingga Desember 2025 dan berhasil mengoptimalkan lahan tidur di kawasan perkotaan menjadi lahan subur dan produktif melalui penerapan konsep urban farming terpadu.
Diketuai oleh Een Mardiyanti, M.Pd, dengan anggota Kania Asri Liany, M.Si. dan Rahmi Hidayati, M.A., kegiatan ini mengusung tema Pengelolaan Lahan Tidur sebagai Solusi Urban Farming Terpadu: Optimalisasi Sampah Organik dengan Maggot (Hermetia illucens) di Kawasan Kota Serang Baru dalam Mendukung Ekonomi dan Ketahanan Pangan Keluarga.
Wilayah Kota Serang Baru memiliki potensi lahan tidur yang cukup luas, tetapi sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Sebelum pelaksanaan program, kondisi lahan didominasi oleh ilalang sehingga tidak memberikan nilai ekonomi maupun manfaat lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Pemanfaatan lahan tidur di kawasan perkotaan dinilai menjadi strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Melalui program ini, tim dosen UNTIRTA berupaya meningkatkan pemanfaatan lahan tidur dengan menerapkan urban farming terpadu serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah organik rumah tangga menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai dekomposer alami”, ucap Ketua Tim, Een Mardiyanti.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung yang melibatkan Komunitas Petani Tanah Garapan (Petagar) KSB serta warga sekitar. Kegiatan dibagi ke dalam dua tahap utama.
Tahap pertama berupa pelatihan urban farming berbasis integrated farming dan raise bed untuk meningkatkan produktivitas lahan sempit di kawasan perumahan.
Tahap kedua adalah pelatihan pengelolaan sampah organik rumah tangga dengan maggot, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan.
Disamping itu, terdapat kegiatan pendukung lainnya yang dilakukan oleh tim dosen meliputi pemantauan dan perawatan tanaman, pendampingan kelompok, pelatihan pemasaran, produksi komoditas, uji coba penjualan, dan promosi berbasis digital.
Komunitas Petani Tanah Garapan (Petagar) KSB sebagai mitra masyarakat dari program ini menerima pula bantuan berupa alat pertanian sederhana yang dimanfaatkan untuk mengolah lahan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengelola lahan tidur secara mandiri, mengurangi volume sampah organik rumah tangga, serta meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
“Program ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah perkotaan. Masyarakat disini merasa sangat terbantu karena pelatihan dan bantuan yang bermanfaat”, ujar Wawan Ketua Komunitas Petagar KSB.
Tim Dosen UNTIRTA selaku pelaksana program serta Komunitas Petagar KSB sebagai mitra dari masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DPPM Ditjen Risbang Kemdiktisaintek yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Reporter: Iksan Genrb
Editor: Agung S Pambudi











