KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (APAI) Tangsel memperkenalkan varietas anggur lokal bernama Ponjay Bendav, singkatan dari Pondok Jaya Benyamin Davnie.
Varietas unik ini diperkenalkan dalam acara panen perdana yang digelar Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (APAI) Tangsel di Greenhouse Kelompok Tani Cipayung, Ciputat, Senin 4 Agustus 2025.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten Erry Yanuar menyatakan, keberhasilan ini merupakan solusi cerdas di tengah keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan seperti Tangsel.
“Kota Tangsel tidak memiliki lahan sawah, jadi solusinya adalah urban farming dan penanaman anggur. Kota ini kini menjadi satu-satunya yang telah memiliki varietas anggur lokal bernama Ponjay Bendav. Ini harus terus dikembangkan,” kata Erry.
Ia menambahkan, Indonesia masih mengimpor anggur dengan nilai mencapai Rp 7 triliun per tahun. Dengan inisiatif lokal seperti Ponjay Bendav, Erry berharap kontribusi petani dalam negeri dapat menekan impor hingga 5 persen.
Keunggulan budidaya anggur di Indonesia, menurutnya, terletak pada kemampuannya beradaptasi di berbagai dataran dan fleksibilitas panen sepanjang tahun.
“Di negara empat musim panen anggur terbatas, tapi di Indonesia kita bisa panen kapan saja. Ini jadi keunggulan luar biasa,” ujarnya.
Selain Tangsel, daerah lain di Banten seperti Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang sudah mulai menanam anggur, namun belum menghasilkan varietas lokal seperti Ponjay Bendav.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, anggur ini bisa menjadi simbol pertanian urban di Tangsel.
“Anggur ini ditanam di lahan seluas 300 meter persegi dan bisa tumbuh subur. Ini menunjukkan bahwa Tangsel punya potensi besar sebagai kota penghasil anggur. Kami juga sudah mengimbau pemilik lahan terbuka dari sektor swasta dan negara untuk mendukung pengembangan ini,” jelas Benyamin.
Ia menambahkan, anggur Ponjay Bendav bisa dipanen dua kali setahun dan hanya butuh waktu sekitar empat bulan dari tanam hingga berbuah. Dengan penggunaan greenhouse, risiko jamur dan hama dapat ditekan sehingga hasil panen lebih maksimal.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Banten sekaligus Bunda PAUD, Tinawati Andra Soni, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Tangsel dalam menghadirkan inovasi pertanian di tengah kota.
“Menyenangkan sekali melihat lingkungan seperti ini di tengah kota. Ini bisa menjadi objek edukasi luar biasa, terutama untuk anak-anak PAUD,” ujar Tinawati.
Editor: Mastur Huda











