LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak cukup puas dengan produksi padi dalam bentuk beras yang dihasilkan oleh petani di Kabupaten Lebak sepanjang tahun 2025 lalu.
Produksi padi di kabupaten lebak mencapai 436.300 ton. Ini meningkat 79.287 ton atau 22,21 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 357.013 ton.
“Alhamdulilah, hasil padi panen petani dalam bentuk beras di Lebak tahun 2025 lalu menggembirakan. Produksi padi dalam bentuk beras meningkat 79.287 ton atau 22,21 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 357.013 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak Rahmat Yuniar, Minggu 11 Januri 2026.
Dengan capaian tersebut, kata Rahmat Kabupaten Lebak berkontribusi sekitar 24 persen terhadap total produksi padi Provinsi Banten tahun 2025. Dimana produksi padi di Tanah Jawara tahun 2025 mencapai 1.811.686 ton.
Meningkatnya produksi beras di Lebak pada tahun 2025 lalu disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena peningkatan luas panen.
“Luas panen padi di lebak tahun 2025 meningkat dari 74.016 hektar pada 2024 menjadi 90.977 hektar pada 2025, bertambah 16.960 hektar atau 22,91 persen,” jelasnya.
Kabid Produksi Distan Lebak Deni Isakandar menambahkan, dengan pola tanam serempak dan penggunaan pupuk organik, petani di Lebak dapat menikmati hasil panen yang memuaskan. Diketahui, dari 1 hektar sawah, petani kini dapat memroduksi gabah sebanyak 7 – 8 ton.
“Tentunya, dengan kondisi tersebut jauh, berbeda dengan hasil panen petani yang mengandalkan pupuk non organik yang hanya mendapatkan hasil gabah sebanyak 3 – 4 ton/hektar,” katanya.
Untuk sentra tanam terluas di Kabupaten Lebak tersebar di enam kecamatan meliputi Wanasalam, Malingping, Cibeber, Cipanas, Panggarangan dan Cilograng.
“Keenam kecamatan itu selama ini cukup diandalkan dan menjadi sentra produksi padi terbesar di Lebak,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











