SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang diprediksi akan mengepung wilayah Provinsi Banten sepekan ke depan.
Kondisi ini menyusul catatan hujan dengan kategori sangat lebat yang terjadi dalam tiga hari terakhir di beberapa titik strategis.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengungkapkan bahwa pengamatan dalam 72 jam terakhir menunjukkan curah hujan di Kabupaten Pandeglang telah mencapai 139 mm/hari, sementara Kabupaten Serang mencatatkan angka 130 mm/hari.
Menurut Hartanto, peningkatan drastis intensitas hujan ini dipicu oleh fenomena atmosfer yang kompleks. Salah satunya adalah menguatnya angin monsun asia yang lebih kuat dibandingkan kondisi normalnya.
Selain itu, terpantau adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur yang memicu pembentukan daerah konvergensi (pertemuan angin) tepat di wilayah Banten.
“Kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang relatif labil turut mendukung proses konvektif pada skala lokal. Kondisi ini menyebabkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di wilayah Provinsi Banten dalam sepekan ke depan,” ujar Hartanto dalam keterangan resminya, Senin 12 Januari 2026.
Wilayah Potensi Hujan Lebat (13–18 Januari 2026)
BMKG memetakan sejumlah wilayah yang wajib meningkatkan kewaspadaan selama periode 13 hingga 18 Januari 2026, antara lain:
* Kabupaten Pandeglang: Bagian Barat dan Selatan.
* Kabupaten Lebak: Bagian Selatan.
* Kabupaten Serang: Bagian Barat dan Timur.
* Kota Serang.
* Kabupaten Tangerang: Bagian Barat dan Utara.
Langkah Antisipasi Masyarakat
Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga pohon tumbang, Hartanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
“Lakukan langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir, dan mengamankan barang-barang penting,” tegasnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk hanya memercayai informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal sosial media @bmkgwilayah2 guna menghindari kabar bohong yang tidak jelas sumbernya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











