CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menargetkan sebanyak 29.586 anak mengikuti Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026.
Target tersebut diharapkan tercapai melalui sinergi lintas sektor guna meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Hal itu diketahui usai dilaksanakan kegiatan Evaluasi dan Koordinasi BIAS Tahun 2026 di Aula Setda Kota Cilegon, Senin 27 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, puskesmas, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, mengatakan seluruh OPD diminta ikut menyosialisasikan pentingnya pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah kepada masyarakat.
“Kita mengharapkan kepada seluruh OPD terkait bisa menyosialisasikan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Karena imunisasi ini sangat penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit. Mudah-mudahan BIAS di Kota Cilegon bisa memenuhi target,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, mengungkapkan evaluasi lintas sektor dilakukan sebagai upaya meningkatkan capaian imunisasi setelah mengalami penurunan pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, pada 2024 capaian imunisasi bahkan melebihi target. Namun pada 2025 turun menjadi 86,8 persen dari sebelumnya 99,44 persen, sehingga terdapat selisih sekitar 12,4 persen yang harus menjadi perhatian bersama.
“Kita juga sudah menyampaikan wilayah mana saja yang capaiannya masih rendah. Kecamatan Cilegon baru mencapai 72 persen dan Kecamatan Grogol 71 persen, masih di bawah target minimal 85 persen,” katanya.
Meski demikian, Ratih menyebut terdapat 18 sekolah yang berhasil mencapai cakupan imunisasi 100 persen.
Sekolah-sekolah tersebut sebagian besar berada di Kecamatan Pulomerak, serta beberapa sekolah di Kecamatan Grogol dan Citangkil.
Ia menegaskan, imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi oleh pemerintah.
“Kita harus bisa mengimunisasi anak-anak tersebut, karena itu hak dasar anak. Pemerintah wajib menjalankan program imunisasi agar anak-anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” tegasnya.
Pada pelaksanaan BIAS Tahun 2026, imunisasi akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Agustus dan November.
Untuk pelaksanaan bulan Agustus, sasaran meliputi 8.870 siswa kelas 1 SD yang akan menerima imunisasi MR (Campak Rubela), 3.920 siswi kelas 5 SD.
290 siswi kelas 6 SD, dan 3.631 siswi kelas 9 SMP yang akan menerima imunisasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim.
Sementara itu, pelaksanaan BIAS pada November menyasar 8.870 siswa kelas 1 SD untuk imunisasi DT, 8.786 siswa kelas 2 SD untuk imunisasi Td, serta 8.009 siswa kelas 5 SD yang juga akan menerima imunisasi Td.
Editor: Abdul Rozak









