SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap rumah warga yang terdampak bencana alam. Hasilnya, sebanyak 37 rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti rumah-rumah yang terdampak.
“Sudah kita asesmen. Dari 37 rumah yang rusak, 5 unit sudah dibantu oleh Pemerintah Provinsi Banten, lalu 2 unit sudah kita koordinasikan dengan BPR Serang melalui CSR,” ujar Okeu, Rabu 14 Januari 2026.
Selanjutnya, 12 unit rumah akan ditangani melalui APBD Kabupaten Serang melalui program pembangunan rumah mendesak. Sementara 18 unit lainnya akan dibahas lebih lanjut bersama BAZNAS dan sumber pembiayaan alternatif.
Okeu menambahkan, laporan baru masuk dari Kecamatan Cikeusal, Waringinkurung, dan Lebak Wangi dengan 9 unit rumah yang terdampak. Pihaknya akan melakukan asesmen lebih dulu untuk menentukan tingkat kerusakan.
“Kami belum memastikan apakah rusaknya sedang, berat, atau ringan. Jika rusak ringan, warga kemungkinan bisa melakukan perbaikan mandiri,” jelasnya.
Nantinya, rumah yang rusak berat atau roboh akan dibangun ulang, sedangkan rumah rusak sedang akan diperbaiki sesuai kondisi.
“Kami juga akan menyesuaikan tipe rumah berdasarkan jumlah penghuni. Jika penghuninya satu atau dua orang, kita bangun tipe 21 atau 28. Jika lebih, baru kita bangun tipe 36,” pungkas Okeu.
Editor: Mastur Huda











