TANGERANG – Program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) terus dilaksanakan. Setiap hari Senin, semua pejabat utama Polda Banten bergantian menjadi inspektur upacara bendera di sekolah-sekolah di wilayah hukum Polda Banten.
Seperti Senin pekan lalu, Polda Banten melaksanakan Poldik dengan menggelar upacara bendera SMA/SMK sederajat secara serentak. Kegiatan ini dipusatkan di SMA Negeri 7 Tangerang, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas), Bidhumas Polda Banten, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Meryadi bertindak sebagai inspektur upacara.
Poldik digulirkan untuk menanamkan nilai disiplin, nasionalisme, serta meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
“Pendidikan di tingkat SMA dan SMK bukan hanya tentang capaian akademik, namun merupakan proses pembentukan karakter agar pelajar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, dan memiliki daya saing,” jelas Meryadi.
Ia mengungkapkan, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Berdasarkan data BNN tahun 2025, sekitar 28,2 persen pengguna narkoba adalah pemuda berusia 15- 24 tahun.
“Angka ini sangat mengkhawatirkan, karena ratusan ribu di antaranya berasal dari kalangan pelajar. Ini tentunya menjadi PR kita semua. Masa remaja seharusnya menjadi periode pembentukan karakter dan prestasi. Namun sering kali menjadi masa penuh risiko akibat pengaruh lingkungan, tekanan sosial, dan kurangnya pengawasan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Maruli Ahiles Hutapea menyatakan, Polda Banten telah menyediakan layanan darurat Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelajar selama 24 jam untuk melaporkan kejadian kejahatan maupun kecelakaan lalu lintas. “Call Center 110 ini sebagai bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Apa pun yang terjadi di sekitar lingkungan, seperti bencana alam, kemacetan, kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan lain sebagainya, segera infokan dan kami akan bergerak cepat,” ucapnya.
Maaruli mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup. “Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Jadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap langkah dan keputusan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











