KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas I Tangerang mengikuti program pembelajaran bahasa Inggris sebagai bekal keterampilan pasca menjalani masa pidana. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Program pembelajaran bahasa Inggris itu telah berjalan hampir tiga bulan. Pihak rutan menggagas program tersebut melalui kerja sama dengan mitra pihak ketiga yang juga mengembangkan program greenhouse di rutan yang berlokasi di Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.
Menariknya, inisiatif program datang dari pemilik perusahaan asal Belanda yang melihat potensi besar dalam pembinaan warga binaan. Dari total 1.126 penghuni rutan, sebanyak 300 WBP terjaring mengikuti program pembelajaran bahasa Inggris.
Pihak rutan menerapkan kriteria khusus bagi peserta, yakni berusia di bawah 50 tahun dan memiliki sisa masa pidana minimal satu tahun. Kriteria tersebut disesuaikan dengan target pembelajaran dan sertifikasi yang akan diberikan kepada peserta.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Tangerang, Sigit Teguh Riyanto, menjelaskan program tersebut menargetkan peserta memperoleh sertifikat kemampuan bahasa Inggris dalam rentang waktu enam bulan hingga satu tahun.
“Pihak penyedia layanan menargetkan sertifikasi dalam enam bulan sampai satu tahun. Jika sisa masa pidana terlalu pendek, peserta tidak sempat mengikuti ujian evaluasi untuk mendapatkan sertifikat,” kata Sigit, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia mengungkapkan sertifikat yang diterbitkan tidak hanya menjadi bukti kelulusan kelas bahasa. Pemilik perusahaan asal Belanda tersebut juga berencana merekrut warga binaan yang dinilai berbakat dan kompeten untuk bekerja setelah mereka bebas.
“Sertifikat ini bukan sekadar formalitas. Ada peluang kerja bagi warga binaan yang memenuhi kualifikasi setelah bebas,” ujarnya.
Saat ini, pembelajaran bahasa Inggris didampingi tiga tutor, terdiri atas satu pengajar utama, satu mahasiswa magang, serta satu warga binaan yang telah memiliki kompetensi bahasa Inggris.
Sigit menambahkan kondisi rutan yang mengalami overkapasitas menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembinaan. Rutan Kelas I Tangerang saat ini dihuni 1.126 orang, jauh melebihi kapasitas ideal sekitar 500 orang.
Meski demikian, pihak rutan tetap menekankan pembinaan mental dan kepribadian sebagai fondasi utama sebelum mengarahkan warga binaan pada keterampilan teknis.
“Setelah mentalnya siap dan mereka menerima kondisi diri, barulah kami arahkan ke pembinaan kemandirian seperti pembelajaran bahasa Inggris ini,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











