TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Atmosfer selama bulan Ramadan memang agak berbeda dari hari-hari biasa. Ada banyak tradisi yang terkait dengan bulan Ramadan, salah satunya ialah makan sahur. Makan sahur sebenarnya adalah sunah, tetapi sangat disarankan untuk dilakukan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menyatakan betapa pentingnya makan sahur bagi umat Islam. Beliau bersabda, “Jangan kalian melewatkan sahur karena di dalamnya terdapat berkah.”
Dari hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa makan sahur merupakan salah satu ibadah yang memberikan banyak manfaat dan pahala.
Selain sebagai cara untuk mengisi perut sebelum berpuasa, makan sahur juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa manfaat makan sahur yang perlu diketahui.
1. Penyesuaian Metabolisme Tubuh
Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola makan yang signifikan, dari sebelumnya makan besar 3–4 kali sehari menjadi hanya satu kali saat berbuka puasa.
Namun, dengan makan sahur, tubuh dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum memulai puasa sehingga proses detoksifikasi dapat berjalan lebih efektif.
Makan sahur juga penting untuk mencegah rasa lapar berlebihan selama berpuasa. Saat tubuh merasa lapar, tubuh akan mulai menyimpan lemak sebagai cadangan energi.
Oleh karena itu, dengan mengonsumsi makanan sehat saat sahur, tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan.
Nah, demi menjaga kesehatan dan kondisi tubuh selama berpuasa, perhatikan makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa agar tetap sehat dan bugar sepanjang bulan Ramadan.
2. Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi
Penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh harian, yaitu sekitar dua liter air.
Namun, pada bulan Ramadan, kesempatan minum terbatas hanya setelah berbuka puasa hingga waktu sahur. Oleh karena itu, sahur menjadi waktu yang tepat untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Tanpa sahur, kebutuhan cairan tubuh sulit terpenuhi dengan baik dan berisiko menyebabkan dehidrasi selama berpuasa.
Tanda-tanda dehidrasi antara lain rasa haus berlebihan, tubuh lemas, kurang konsentrasi, serta jumlah urine yang sedikit dan berwarna pekat.
Karena itu, disarankan untuk minum setidaknya dua gelas air saat sahur agar tubuh tetap terhidrasi.
3. Mencegah Hipoglikemia
Sahur memberi kesempatan untuk mengisi tubuh dengan energi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh. Setiap sel memerlukan energi, salah satunya berasal dari glukosa dalam darah.
Ketika seseorang berpuasa terlalu lama tanpa asupan makanan, glukosa darah akan terus digunakan oleh sel-sel tubuh sehingga berpotensi menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah rendah.
4. Menjaga Kadar Asam Lambung
Untuk menghindari peningkatan kadar asam lambung selama berpuasa, penting untuk tidak membiarkan lambung kosong terlalu lama.
Perut kosong dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu gejala maag seperti nyeri ulu hati, rasa terbakar di dada, mual, hingga muntah.
5. Mencegah Kehilangan Massa Otot
Sahur terbukti membantu meningkatkan metabolisme dan mencegah kehilangan massa otot selama berpuasa.
Namun, menu sahur juga harus mengandung nutrisi yang cukup, terutama protein. Protein berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, khususnya otot, serta membantu produksi energi.^
Editor : Krisna Widi Airia











