PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 105,35 ribu jiwa atau sekitar 8,51 persen dari total penduduk. Data tersebut merupakan hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.
Pejabat Fungsional Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pandeglang, Iik Ihromi, mengatakan angka tersebut menunjukkan tingkat kemiskinan di Pandeglang masih menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten.
“Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah warga miskin di Pandeglang mencapai 105,35 ribu jiwa,” ujar Iik, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, jumlah penduduk miskin di daerah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah keterbatasan lapangan pekerjaan.
“Minimnya lapangan kerja menjadi salah satu penyebab. Kemiskinan sendiri dipengaruhi banyak faktor,” jelasnya.
Iik menerangkan, kategori masyarakat miskin mencakup kelompok desil satu hingga lima, mulai dari kategori miskin, sangat miskin, hingga miskin ekstrem.
Penentuan kategori tersebut sepenuhnya dilakukan oleh BPS melalui basis data nasional. Ia juga menyebut sejumlah kecamatan yang memiliki jumlah warga miskin cukup tinggi, di antaranya Kecamatan Mandalawangi dan Cikeusik.
Meski demikian, Dinsos masih akan melakukan pembaruan data guna memastikan kondisi terkini masyarakat yang masuk kategori miskin.
Kemiskinan, lanjut Iik, berdampak langsung terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan anak. Karena itu, berbagai program pemerintah, termasuk penyediaan sekolah rakyat, diharapkan dapat membantu memutus rantai kemiskinan.
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di sejumlah daerah di Banten pada 2025 tercatat, di antaranya Kabupaten Lebak 8,03 persen, Kabupaten Tangerang 6,42 persen, Kabupaten Serang 4,48 persen, Kota Tangerang 5,43 persen, Kota Serang 5,65 persen, Kota Cilegon 3,75 persen, dan Kota Tangerang Selatan 2,39 persen. Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi di Provinsi Banten.
Editor : Krisna Widi Aria











