TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran II Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, M Zaki, mengungkapkan ada Rp5,17 triliun APBD se-Banten yang tak terserap pada tahun anggaran 2025. Angka tersebut merupakan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) dari sembilan pemerintah daerah (pemda) di Banten.
Zaki mengungkapkan, dari sembilan pemda tersebut, Silpa terbesar terdapat di Kota Tangerang sebesar Rp1,36 triliun. Kemudian Kota Tangerang Selatan Rp908,18 miliar, disusul Kabupaten Tangerang Rp665,48 miliar.
“Selanjutnya Kabupaten Lebak Rp535,54 miliar dan Provinsi Banten Rp514,55 miliar,” ujarnya saat Taklimat Media di salah satu rumah makan di Kabupaten Tangerang, Kamis, 12 Februari 2026.
Berikutnya, lanjut Zaki, Kabupaten Pandeglang Rp476,33 miliar dan Kabupaten Serang Rp318,7 miliar. Urutan berikutnya Kota Cilegon Rp216,49 miliar, serta terakhir Kota Serang Rp174,09 miliar.
“Ini yang agak ironis, Lebak sama Pandeglang. Padahal posisinya butuh anggaran. Ini yang harus menjadi PR juga. Ini kenapa sampai seperti itu,” tandas Zaki.
Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar pemerintah daerah benar-benar bisa mengelola anggarannya dengan baik.
“Supaya kebutuhan-kebutuhannya juga bisa terpenuhi,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











