KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Suasana berbeda terlihat di SMPN 12 Kota Tangerang Selatan, Jalan Jurang Mangu Barat No.62, Pondok Aren.
Di sela kegiatan belajar, puluhan siswa tampak sibuk merawat kebun sayur, memberi pakan lele, hingga memilah sampah sekolah.
Melalui program Sekolah Berhati, para siswa yang tergabung dalam Tim Hijau diberi tanggung jawab mengelola integrated farming dan tata kelola sampah secara mandiri.
Sebanyak sekitar 45 siswa terlibat aktif, didampingi para guru sebagai pembimbing. Di area kebun sekolah, berbagai tanaman seperti bayam, sawi, terong, hingga jagung ditanam secara bergilir.
Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk pembelajaran, tetapi juga dijual kepada guru dan orang tua siswa.
“Biasanya sudah ada yang pesan sebelum panen. Satu ikat dijual sekitar Rp7.500, tergantung jenisnya. Sekali panen bisa menghasilkan sekitar Rp200 ribu,” ujar Kepala SMPN 12, Mulmis Wariyanti, Jumat 13 Februari 2026.
Hasil penjualan tersebut tidak masuk ke kas sekolah, melainkan dikelola oleh kas kelompok Tim Hijau untuk mendukung keberlanjutan kegiatan mereka.
Selain kebun sayur, siswa juga membudidayakan ikan lele. Lele yang dipanen biasanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal sekolah. Sementara itu, maggot dibudidayakan sebagai pakan tambahan dan tidak diperjualbelikan.
Dalam pengelolaannya, setiap bidang memiliki ketua masing-masing. Ada ketua pengelolaan sampah, ketua hidroponik, ketua budidaya lele, dan koordinator perawatan kebun.
“Pembagian peran ini melatih kepemimpinan, tanggung jawab, serta kerja sama antar siswa,” ujar Wariyanti.
Menurutnya, untuk mendukung keberlanjutan program, sekolah juga memanfaatkan tandon air hujan sebagai sumber penyiraman tanaman.
Penyiraman dilakukan setiap hari secara bergiliran oleh anggota tim.
Program ini sebelumnya mendapat apresiasi dari Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie yang mendorong sekolah tersebut menjadi lokomotif sekolah hijau dan berkarakter di Kota Tangerang Selatan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga memahami praktik nyata menjaga lingkungan. Dari kebun hingga kolam lele, mereka belajar tentang tanggung jawab, kemandirian, serta pentingnya merawat bumi sejak usia dini.
Editor: Abdul Rozak











