LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Nasib tragis dialami Dian Haerani (45), nelayan asal Kampung Citaritih, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.
Ia ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjerat jaring miliknya sendiri saat mencari ikan di pesisir Pantai Cipager, Kamis 12 Februari 2026.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh seorang petani yang melintas di sekitar lokasi saat hendak pulang dari sawah.
Anggota Balawista Kabupaten Lebak, Lukman, membenarkan adanya kecelakaan laut tersebut. Menurutnya, korban dikenal sebagai nelayan aktif yang sehari-hari melaut di perairan sekitar Kecamatan Cihara.
“Korban pertama kali ditemukan oleh seorang petani sekitar jam empat lewat. Lokasinya di Pantai Cipager, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara,” ujar Lukman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat 13 Februari 2026.
Dari hasil pengecekan di lapangan, lanjut Lukman, korban diduga tengah menurunkan atau melempar jaring ke laut ketika insiden terjadi. Saat itu, korban diperkirakan berada di air setinggi setengah badan.
“Diperkirakan korban sedang menurunkan jaring. Kemungkinan datang ombak dan korban terjerat jaringnya sendiri. Posisi jaring masih terlihat seperti baru diturunkan,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi ombak saat kejadian dilaporkan dalam keadaan normal. Namun, wilayah tersebut sempat diguyur hujan gerimis sejak sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB sebelum kejadian.
Sementara itu, Kapolsek Panggarangan AKP Acep Komarudin membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 18.30 WIB dan korban ditemukan dalam keadaan terlilit jaring rampus di pesisir Pantai Cipager.
“Saksi kemudian meminta pertolongan warga sekitar. Korban dievakuasi ke rumah terdekat sebelum akhirnya dibawa ke kampung halamannya di Kampung Cihuni, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, untuk dimakamkan,” ujarnya.
“Pihak kepolisian datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Keluarga korban telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” sambung Acep.
Kini jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di kampung halamannya. Pihak terkait mengimbau para nelayan agar tetap waspada saat melaut, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat, guna mencegah kejadian serupa.
Editor: Abdul Rozak











