PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Pandeglang menggelar lomba catur yang dirangkaikan dengan kegiatan munggahan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Kegiatan berlangsung di Kampung Ciliang, Kelurahan Kadumerak, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kegiatan tersebut diprakarsai komunitas Persatuan Kendaraan Bermotor (Prankmor) yang dipimpin Ketua Percasi Pandeglang, H. Emus Mustaghfirin.
Acara turut dihadiri Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, yang ikut menyapa peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Lomba catur dan kegiatan kebersamaan ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat menjelang datangnya bulan Ramadan.
Ketua Percasi Pandeglang H. Emus Mustaghfirin mengatakan kegiatan munggahan merupakan agenda rutin tahunan menjelang Ramadan yang bertujuan mempererat silaturahmi antar anggota dan masyarakat.
“Biasanya menjelang Ramadan kita munggahan, bertemu, bersilaturahmi dengan anggota. Tahun ini sekalian digelar lomba catur agar suasananya lebih meriah,” kata H. Emus Mustaghfirin, Minggu 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan, turnamen diikuti sekitar 50 atlet catur dengan menggunakan sistem pertandingan Swiss. Panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan bagi peringkat satu hingga peringkat ke-20.
Selain turnamen, panitia juga menghadirkan pecatur asal Pandeglang bergelar Grand Master, Muhammad Reza, untuk menggelar pertandingan simultan melawan sepuluh peserta sekaligus.
“Ini kesempatan bagi atlet lokal untuk belajar langsung dan menyerap pengalaman dari pemain kelas dunia,” ujarnya.
Menurut Emus, prestasi atlet catur Pandeglang juga terus menunjukkan perkembangan. Beberapa atlet bahkan mampu menembus peringkat 20 besar dalam turnamen nasional yang digelar di Jakarta.
Ia menambahkan, kehadiran Wakil Gubernur Banten dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga catur di daerah.
“Beliau sejak menjabat Bupati Pandeglang memang memberi perhatian besar terhadap olahraga catur, tanpa mengabaikan cabang olahraga lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengatakan kegiatan lomba catur dan munggahan tersebut menjadi sarana olahraga sekaligus ajang rekreasi dan silaturahmi masyarakat menjelang Ramadan.
Menurutnya, olahraga catur tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan yang mengajarkan ketelitian dan kesabaran dalam mengambil keputusan.
“Catur itu olahraga sekaligus rekreasi. Yang paling penting, silaturahmi antarwarga tetap terbangun. Filosofi catur mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa, harus hati-hati dalam melangkah, karena kalau salah langkah bisa kalah,” ujar Dimyati.
Ia juga menilai permainan catur memiliki nilai pembelajaran tentang proses dan regenerasi, di mana setiap bidang memiliki peluang berkembang jika dimainkan dengan strategi yang tepat.
“Filosofi itu pion bisa menjadi menteri pion bisa jadi bidak yang kuat jika sampai ke ujung papan. Artinya, siapa pun bisa berkembang jika diberi kesempatan dan strategi yang baik,” katanya.
Editor Daru











