LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Perjalanan mudik jarak jauh kerap membuat pengemudi mengalami kelelahan, terutama saat menghadapi kemacetan panjang.
Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Kelelahan saat berkendara menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan selama arus mudik. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk memahami tanda-tanda tubuh mulai lelah.
Salah satu langkah paling dianjurkan adalah beristirahat secara berkala. Kementerian Perhubungan menyarankan pengemudi untuk berhenti setiap dua jam sekali dan tidak memaksakan diri berkendara terlalu lama tanpa jeda.
Selain itu, pengemudi juga harus memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Kurang tidur atau kondisi tubuh yang tidak fit dapat mengurangi fokus serta memperlambat refleks saat berkendara.
Jika mulai merasa mengantuk, sebaiknya segera menepi di rest area atau tempat aman. Tidur singkat selama 15–30 menit.
Menentukan titik istirahat sebelum berangkat juga menjadi strategi penting. Pengemudi disarankan merencanakan lokasi berhenti setiap 2–3 jam perjalanan agar tidak kelelahan di tengah jalan.
Pengemudi juga diimbau untuk tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah benar-benar lelah. Mengutamakan keselamatan jauh lebih penting dibandingkan memaksakan waktu tiba di tujuan.
Persiapan yang matang dan kesadaran akan kondisi tubuh, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pemudik selama Lebaran 2026.
Keyword: tips mudik aman, cara atasi lelah berkendara, keselamatan mudik Lebaran 2026, istirahat pengemudi
Editor: Bayu Mulyana











