SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten memastikan seluruh pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal selama periode libur Lebaran dan cuti bersama Idul Fitri 2026.
Meski layanan rawat jalan mengalami penyesuaian, penanganan kedaruratan dan pasien rawat inap dipastikan tetap menjadi prioritas utama.
Direktur Utama RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun skema penugasan tenaga medis agar tidak ada kekosongan pelayanan selama masa libur panjang tersebut.
Dr. Danang menjelaskan bahwa fokus utama RSUD Banten selama cuti bersama adalah memastikan pasien yang sedang dirawat mendapatkan pengawasan medis yang kontinu.
“Untuk periode cuti bersama, kami pastikan tetap ada dokter yang melakukan visite kepada pasien Rawat Inap (RANAP). Tenaga medis kami juga bersiap untuk tindakan operasi jika sewaktu-waktu diperlukan atau dalam kondisi darurat,” ujar dr. Danang saat memberikan keterangan resmi, Kamis 19 Maret 2026.
Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pasien dan memastikan standar pelayanan rumah sakit milik Pemprov Banten ini tidak menurun meskipun di hari raya.
Terkait operasional harian, dr. Danang menginformasikan adanya penyesuaian pada unit rawat jalan. Sesuai dengan ketetapan pemerintah mengenai hari libur nasional, layanan poliklinik akan diliburkan sementara.
“Poliklinik tutup sesuai dengan jadwal cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena layanan kegawatdaruratan tetap dilayani melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang siaga 24 jam penuh,” tambahnya.
Mengingat posisi RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan di jalur strategis mudik, kesiagaan ini juga mencakup antisipasi kecelakaan lalu lintas maupun gangguan kesehatan pemudik. RSUD Banten telah mengintegrasikan layanan ambulans dan tim medis reaksi cepat untuk berkoordinasi dengan posko-posko kesehatan di lapangan.
Kesiapan RSUD Banten ini melengkapi infrastruktur kesehatan lainnya di Banten yang sebelumnya telah disiagakan oleh Dinas Kesehatan, termasuk 94 posko kesehatan lapangan dan 135 rumah sakit se-Provinsi Banten.
Editor: Abdul Rozak











