LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Volume sampah di Kabupaten Lebak mengalami peningkatan signifikan selama libur Idul Fitri 2026. Hingga H+3 Lebaran, jumlah sampah harian mencapai 175 ton, naik dari kondisi normal sekitar 150 ton per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak menerjunkan sebanyak 30 petugas kebersihan yang disiagakan selama masa libur hingga pasca Lebaran.
Kepala DLH Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan pihaknya memberlakukan sistem siaga 24 jam guna mencegah terjadinya penumpukan sampah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Rangkasbitung.
“Selama libur Lebaran, petugas kebersihan kami siagakan penuh untuk mengantisipasi penumpukan sampah, baik saat Lebaran maupun setelahnya. Alhamdulillah, sejauh ini tidak terjadi penumpukan di sejumlah titik pembuangan,” ujarnya, Senin 23 Maret 2026.
Ia menjelaskan, puluhan petugas tersebut disebar di sejumlah titik strategis dan pusat keramaian, seperti Alun-Alun Rangkasbitung, kawasan Hardiwinangun, Kalijaga, serta jalur protokol lainnya.
“Mereka bekerja dari pagi hingga sore hari karena volume sampah meningkat selama Lebaran. Petugas kami sebar di berbagai titik untuk memastikan tidak terjadi penumpukan,” katanya.
Irvan menambahkan, pada periode Lebaran hingga pasca Lebaran, rata-rata volume sampah di Lebak bisa mencapai 150 hingga 200 ton per hari. Untuk menunjang penanganan tersebut, DLH juga menyiapkan sejumlah kontainer sampah di area pasar dan kawasan perkotaan.
Selain itu, DLH mengoptimalkan 13 armada pengangkut sampah untuk membawa limbah ke TPA Dengung. Tempat sampah juga disebar di lokasi-lokasi keramaian dan pinggir jalan guna mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan demi menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” tutupnya.
Editor: Mastur Huda











