SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Serang pada momentum libur Idul Fitri 2026 menunjukkan tren yang sangat positif.
Berdasarkan data kunjungan wisata dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, terdapat 510.068 wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Serang terhitung sejak 22 hingga 29 Maret 2026.
Mereka mendatangi berbagai macam destinasi wisata, mulai dari pantai, kolam renang, hingga wisata alam ataupun buatan lainnya yang ada di Kabupaten Serang.
Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana pada momen libur Idul Fitri 2025 lalu ada sekitar 261.295 wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Serang.
Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Wisata pada Disporapar Kabupaten Serang, Dito C. Wirastyo, mengatakan Kabupaten Serang memiliki destinasi wisata unggulan yang menjadi tujuan wisatawan, bukan hanya dari Banten tetapi juga dari luar daerah.
“Kabupaten Serang memang memiliki lokasi unggulan wisata yakni wisata pantai Anyar-Cinangka yang setiap tahunnya didatangi oleh banyak wisatawan, karena ada tradisi di masyarakat kalau libur Lebaran itu mereka berlibur ke wilayah pantai,” katanya, Senin, 30 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, pada tahun ini lonjakan kunjungan tidak hanya terjadi di lokasi wisata pantai Anyar-Cinangka saja, melainkan juga di destinasi wisata lainnya seperti kolam renang dan wisata alam.
“Di kolam renang di Kecamatan Binuang, per harinya ada sebanyak 4 sampai 6 ribu wisatawan yang datang. Begitu juga dengan Desa Wisata Cikedung, itu banyak juga wisatawan yang datang,” ujarnya.
Dito mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan sejak tanggal 22 hingga 29 Maret 2026 yang merupakan periode libur Idul Fitri, kunjungan wisata ke Kabupaten Serang sangat tinggi yakni mencapai 510 ribu orang.
“Ini jauh melampaui target yang kita tetapkan sebelumnya yakni di angka 200 sampai 300 ribu wisatawan,” tegasnya.
Tingginya kunjungan wisatawan di tahun ini diakibatkan oleh berbagai faktor pendukung, mulai dari kondisi cuaca yang baik, tidak terjadi hujan dan gelombang tinggi, hari libur yang cukup panjang, hingga tradisi masyarakat yang ingin berlibur ke pantai saat Idul Fitri.
“Tradisinya orang Serang, Banten, dan sekitarnya kalau Lebaran itu datang ke pantai, mandi di pantai. Itu tradisi tiap tahun,” tegasnya.
Dito mengungkapkan, meningkatnya kunjungan wisata di Kabupaten Serang tentunya juga berpengaruh terhadap pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pantai.
“Pendapatan penjual makanan, minuman, penyedia jasa, termasuk pedagang asongan meningkat. Selain itu juga ada retribusi yang masuk ke daerah,” ujarnya.
Dito bersyukur, karena di tahun ini tidak ada kejadian yang menonjol di tempat wisata pantai yang ada di Kabupaten Serang, seperti pungli, getok harga, hingga kecelakaan laut.
“Hanya memang ada beberapa laporan anak yang terpisah dengan orang tuanya. Namun tentunya hal ini sudah bisa tertangani dengan baik,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











