SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan upaya pengembangan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan mengoptimalkan tren sport tourism atau wisata olahraga di Tanah Jawara ini.
Seperti pada acara hari ini, Pemprov Banten menggelar event Road to Banten Marathon Vol 2 Serang Raya 5K yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Minggu 5 April 2026.
Event yang diikuti oleh ratusan pelari ini diinisiasi oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Banten.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, menyatakan bahwa ajang lari seperti ini merupakan strategi jitu untuk menarik wisatawan dari luar provinsi.
Menurutnya, olahraga maraton kini telah menjadi gaya hidup yang digemari masyarakat luas, khususnya di wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya.
“Kegiatan ini mampu meningkatkan *sport tourism* di Banten. Selain berdampak pada kesehatan dan mendorong pola hidup sehat, ajang ini juga memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM lokal karena banyaknya peserta yang datang dari luar daerah,” ujar Syaukani yang hadir mewakili Gubernur Banten Andra Soni.
Ajang Road to Banten Marathon kali ini tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang inklusivitas dan inspirasi. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Jangkung Edi. Di usianya yang ke-72 tahun, ia tetap tangguh menyelesaikan rute 5 kilometer, membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk tetap aktif.
Selain itu, partisipasi Syahdan, seorang siswa dari Sekolah Khusus (SKH), juga mendapat apresiasi luas. Kehadirannya menunjukkan bahwa ruang olahraga di Banten terbuka bagi semua kalangan tanpa terkecuali.
## Catatan Waktu Tercepat: Dominasi Prajurit dan Mahasiswa
Dalam kategori lari 5 kilometer ini, persaingan ketat terjadi di barisan depan. Catatan waktu terbaik berhasil diraih oleh:
* Miktam: Prajurit Yonif 320 Badak Putih Pandeglang (asal NTT).
* Viktor Alya : Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Serang (asal Papua Pegunungan).
Keduanya berhasil menyentuh garis finis secara bersamaan dengan catatan waktu impresif, yakni 17 menit .
Penyelenggaraan acara ini juga membawa angin segar bagi sektor ekonomi kreatif. Dengan berkumpulnya ratusan orang di pusat Kota Serang, perputaran uang di sektor kuliner dan jasa transportasi lokal mengalami peningkatan.
Suksesnya event ini pun menjadi bukti nyata kolaborasi strategis untuk mengintegrasikan sektor olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif di wilayah Banten.
Dengan begitu, Road to Banten Marathon diharapkan menjadi pemantik bagi gelaran maraton yang lebih besar di masa mendatang, sekaligus memperkokoh posisi Banten sebagai destinasi utama sport tourism di Indonesia.
Editor: Bayu Mulyana











