SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Jembatan penghubung antara Desa Lontar dan Desa Alang-alang, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang rusak cukup parah. Kerusakan itu belum diperbaiki sejak tahun 2020.
Salah satu warga Lontar, Payumi mengatakan, jembatan itu akses utama warga yang berada di Desa Lontar menuju desa Alang-alang ataupun sebaliknya. “Sejak dibangun, Jembatan Kali Peng di Desa Lontar sama sekali belum diperbaiki apalagi dibangun ulang,” katanya, Jumat, 10 April 2026.
Ia mengatakan, kondisi jembatan saat ini sudah sangat memprihatinkan. “Meskipun jembatan masih bisa dilalui, tetapi hanya ditopang dengan plat besi. Kami khawatir nantinya justru bisa memakan korban,” ujarnya.
Payumi mengaku, saat kondisi jembatan rusak parah, sudah ada kendaraan yang menjadi korban. Misalnya, mobil muatan sembako yang terperosok ataupun mobil angkutan es ikan jatuh. “Bahkan banyak motor yang tercebur,” ungkapnya.
“Padahal, Jembatan Kali Peng Desa Lontar sangat penting sekali untuk kepentingan sosial dan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Warga dan pemerintah desa sudah minta kepada dinas terkait agar diperbaiki. “Kami sudah empat kali menghadap ke DPUPR Kabupaten Serang,” ujarnya.
“Dijanjikan akan dibangun pada 2025 dianggarkan murni, tetapi belum terealisasi,” tandas Payumi.
Ia berharap, perbaikan jembatan bisa segera dilakukan agar aktivitas mereka tidak terganggu. “Jembatan itu sangat penting sekali, karena jalannya rantai perekonomian bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.
“Selama ini masyarakat sangat kesulitan ketika mau mengangkut hasil panen ikan dari tambak maupun hasil nelayan melaut,” ujarnya. Apalagi jembatan ini juga dekat dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). “Mobilitas akses untuk mengangkut sembako, air minum, dan kebutuhan lain untuk masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











